Ini Alsan Gerindra Minta Mahar

0
92

Berita Plat Merah Jelang Pilkada, isu mahar politik kembali mengemuka. Hal ini bermula dari La Nyalla Mattalitti menuding Gerindra memintanya untuk memberikan mahar sebesar Rp 40 miliar agar bisa diusung sebagai calon gubernur.

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengungkapkan partainya sebenarnya tidak memiliki tradisi meminta mahar kepada calon kandidat. Sebaliknya, partainya lah yang sering tekor membiayai calon yang diusung untuk dimenangkan di ajang politik elektoral.

“Gerindra bukan cuma enggak ada mahar, Gerindra partai yang selalu biayain paslon, tanya aja Pak Jokowi itu berapa Gerindra bantu Pak Jokowi sama Ahok waktu di Pilkada DKI,” ujar Riza Patria kepada kumparan (kumparan.com), Minggu (14/1)

Ia menceritakan kala itu, pencalonan Jokowi-Ahok di Pilkada DKI menghabiskan dana sekitar Rp 62,5 miliar. Uang itu berasal dari Prabowo dan Hashim Djojohadikusumo, adik Prabowo. Pada tahun 2012, Jokowi-Ahok saat itu memang diusung oleh Gerindra-PDIP untuk maju sebagai cagub-cawagub di DKI Jakarta. Meski tak diunggulkan, Jokowi-Ahok mampu menumbangkan pasangan petahana Fauzi Bowo-Nachrawi Ramli di Pilkada DKI 2012.

“Yang saya tahu aja Rp 62,5 miliar uang Pak Prabowo dan Pak Hashim, belum uang partai, iuran anggota-anggota dewan, relawan, belum diitung tuh,” tuturnya.

“Pak Jokowi udah kagak bayar, udah kita usung sama Ahok, kagak ada yang usung waktu itu, kita yang usung. Kita yang biayai partai ini, PDIP ikut juga sama-sama Gerindra berdua, kita yang jungkir balik partai ini berdua kan tapi gimana,” jelasnya

Riza kemudian, meminta pihak-pihak yang menyudutkan Gerindra untuk menanyakan langsung kepada yang bersangkutan, apakah selama menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, Gerindra pernah meminta balas budi dalam bentuk proyek kepada Jokowi-Ahok ?

“Tanya Pak Jokowi-Ahok selama menjabat ada enggak Prabowo minta proyek? Enggak ada. Ada enggak orang partai (Gerindra) minta proyek padahal anggaran begitu gede kan,” ucap Riza.

Menurut Riza, ketika Gerindra mengusung pemimpin di suatu daerah, berarti Gerindra telah mempertimbangkan dan menilai dengan matang bahwa kandidat tersebut adalah pemimpin yang dibutuhkan oleh masyarakat daerah tersebut.

“Kurang baik apa partai ini, udah ngusung, membiayai, jadi. Udah jadi enggak minta apa-apa, kurang apa Prabowo. Kita itu melihat orang ini bisa bermanfaat dan baik untuk daerah itu, itu saja,” pungkasnya.***

Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here