Ini Alasannya Jasa Layanan Sex Komersial di Twitter Lebih Mahal Daripada di Facebook

0
6

Nurul Hasfi, Dosen FISIP Undip mengatakan di era digital seperti sekarang, ayam kampus dan pelaku prostitusi lain lebih suka beroperasi lewat media sosial.

Khusus di Facebook dan Twitter, menurutnya ada perbedaan harga penjaja seks komersial di Twitter dan Facebook.

Nurul mengatakan fenomena ini sangat terkait dengan segmentasi. Menurutnya segmentasi Twitter di Indonesia disebut mass affluent yakni kalangan menengah ke atas yang sedang mengalami peningkatan kesejahteraan.

“Segmentasi Facebook lebih luas menjangkau semua kalangan dan usia. Pasar Facebook lebih luas sementara Twitter lebih eksklusif,” katanya beberapa waktu lalu.

Ada beberapa ukuran atau dasar yang digunakan untuk mengetahui segmentasi tersebut. Pertama, soal jenis kelamin. Twitter lebih banyak diakses kalangan pria, sementara Facebook lebih banyak kalangan perempuan.

Kedua dari sisi kesejahteraan, Twitter kalangan menengah keatas. Facebook semua kalangan

Di sisi demografi, Twitter lebih banyak digunakan mereka yang tinggal di kota kota besar, sementara Facebook menyebar di perkotaan dan daerah atau kota kecil.

“Dari data hasil penelitian yang saya paparkan itu, jelas pegguna Twitter dan Facebook memiliki perbedaan signifikan,” ujarnya.

Untuk pengguna Twitter di Indonesia oleh Twitter Indonesia disebut mass affluent yakni kalangan yang memiliki penghasilan rata rata 8 juta per bulan dengan pendidikan S1. Meski ini survey tahun 2015, tetapi Nurul yakin tren masih sama hingga saat ini.

Sementara pengguna FB lebih menyasar pengguna dari semua kalangan yakni kalangan bawah hingga atas dengan jangkauan pengguna yang lebih luas, maka harga yang ditawarkan lebih rendah.

“Hal menarik yang perlu dilihat lebih lanjut yaitu tentang kualitas layanan yang mungkin juga memiliki perbedaan. Bisa jadi kalangan PSK akan terbagi dalam beberapa level harga disesuaikan dengan kualitas layanan,” katanya.

Sebagai informasi, data terbaru pengguna internet di Indonesia 132.7 juta (51.8 persen), dari situ ada 97.4 persen pengguna sosial media.

Kunjungan pengguna aktif Twitter ada 7,2 juta, sementara Facebook 71,6 juta.

Sumber data tersebut berdasar survey dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJII) tahun 2016.

Dibanding survey APJII tahun 2014, pengguna sosial media naik. Saat itu jumlah pengguna jejaring sosial 87.4 persen dari total pengguna internet di Indonesia. Tetapi survey tahun 2014 tidak ada data pengguna twitter dan Facebook. Jika dilihat dari trend penetrasi internet yang naik dan prosentase pengguna sosmed yang naik, maka dipastikan pengguna twitter dan FB juga naik.

Para penyedia jasa layanan kencan kilat untuk melepas syahwat, mayoritas menjadikan media sosial (medsos) sebagai media promosi. Di antaranya, yang paling populer adalah melalui facebook (fb) dan twitter.

Ada yang secara terang-terangan menawarkan jasa layanan seks kilat berbayar, tak sedikit pula yang tersamar dengan menggunakan kode butuh uang (BU) dalam statusnya. Dari pantauan Tribun Jateng, untuk ayam kampus, mereka lebih sering menawarkan jasa secara tersamar, di group rahasia di fb.

Sementara, untuk di Twitter, mereka cenderung menggunakan jasa promosi dari akun alternatif (alter), yang banya bertebaran. Untuk menyamarkan identitas, foto-foto yang di-share di medsos cenderung disensor di bagian wajah.

Kendati sama-sama menggunakan medsos sebagai ajang promosi, namun harga yang ditawarkan cukup bervariasi.

Dari beberapa kasus, mereka yang bermain di twitter cenderung mematok harga lebih tinggi, dibanding mereka yang bermain menggunakan fb.

Semisal, jika rata-rata demage cost (dc) atau tarif yang dipatok di fb berkisar Rp1 juta, di twitter tarif yang dipatok bisa mencapai Rp 1,5 juta. Namun, tentu konsumen tak dilarang untuk menawar dc yang ditawarkan.

“Ya namanya kita menawarkan jasa, kalau ada yang nawar, selama masih wajar ya kita gak marah,” ujar seorang penyedia jasa kencan kilat, Kenanga. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here