Ini Alasan Maruli Laporkan Majalah “Tempo” ke Bareskrim

0
10

BERITAPLATMERAH.COM-JAKARTA-akal calon wali kota Bandar Lampung yang diusung PDI Perjuangan, Maruli Hendra Utama, merasa dirugikan dengan pemberitaan majalah Tempo edisi 13-19 Juli 2015. (Baca: Majalah “Tempo” Dilaporkan ke Bareskrim)

Atas dasar itu, dia melaporkan majalah Tempo ke Badan Reserse Kriminal Polri di Jakarta, Sabtu (11/7/2015). Sesaat sebelum resmi melapor, Maruli mengatakan, Laporan Utama Tempo berjudul “Kriminalisasi KPK” yang dimuat di halaman 28-31 membuat citra PDI Perjuangan di kalangan masyarakat Lampung menurun.

“Efek berita ini, PDI-P dianggap masyarakat di Lampung antipemberantasan korupsi, anti-KPK. Ini jelas merugikan saya yang merupakan satu-satunya calon wali kota Bandar Lampung yang diusung PDI-P,” ujar Maruli.

Saat ditanya apakah elektabilitasnya juga menjadi menurun akibat pemberitaan itu, Maruli tidak menjawab dengan lugas. Dia malah mengatakan, “Paling tidak ini merugikan partai saya.”

Maruli yang juga pegawai negeri sipil (PNS)—sebagai dosen di Universitas Lampung—pun mengatakan, laporannya ke kepolisian ini akan menjadi pelajaran bagi wartawan sekaligus perusahaan media massa agar tidak membuat berita “semau gue”. “Berita majalah Tempo itu isinya penafsiran semua. Dampaknya sangat merugikan untuk saya,” ujar Maruli.

Hendra menuduh majalah Tempo menyebar berita bohong dan fitnah. Yang menjadi terlapor dalam laporan ini adalah wartawan majalah Tempo, Rusman Paraqgueq, Yandhrie Arvian, dan Raditya Pradibta, Iqbal Lazuardi, serta Pemimpin Redaksi Arif Zulkifli. Mereka dilaporkan dengan tuduhan Pasal 310 ayat (2) KUHP, Pasal 311 KUHP, Pasal 318 KUHP, dan Pasal 390 KUHP.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here