INDONESIA MENAMBAH IMPOR SATU JUTA TON BERAS ASAL PAKISTAN UNTUK MEMENUHI CADANGAN STOK NASIONAL

0
7

BERITAPLATMERAH.COM-JAKARTA- Ketua Asosiasi Pedagang dan Tani Tanaman Pangan dan Holtikultura Indonesia (AP2TPHI)  Rahman Sabon Nama kepada Beritapplatmerah.com, kamis 10/12-2015 mengatakan bahwa, pemerintah Indonesia menambah kuata impor beras  Pakistan Long Grain White Rice 15 %  broken sebanyak satu juta ton dengan nilai kontrak  sebesar USD $ 400 juta.

Penambahan Kuata beras impor satu juta ton asal Pakistan ini untuk menambah impor beras yang sebelumnya  telah masuk ke Indonesia satu setengah juta ton beras asal Thailand dan Vietnam sehingga total  beras impor oleh pemerintah sebanyak 2,5 juta ton. Sebanyak 1,5 juta  ton sejak awal Nopember 2015 yang lalu telah di bongkar di pelabuhan Ciwandan Banten, Tj.Priok,  Belawan Medan  dan pelabuhan Bitung Menado.

Dengan demikian Pernyataan Menteri Pertanian Amran Sulaeman bahwa beras impor hanya
sebagai beras cadangan, dan belum tentu akan digunakan ,dia melukiskan beras cadangan seperti pemain cadangan. ”
Kalau pemain utama tidak cedera kan tidak diturunkan,” kata dia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/11-2015).

Menurut Rahman Sabon Nama bahwa kalau impor sekedar untuk menambah cadangan stok seharusnya tidak sebanyak ini. Dan ini  adalah kegagalan Mentan dan Bulog baik dalam peningkatan produksi oleh Menteri Pertanian maupun penyerapan pembelian oleh Badan Urusan Logistik Bulog.

Beras impor telah membanjiri gudang gudang Bulog Indonesia, dengan demikian seharusnya penjualan beras Operasi pasar oleh Bulog bertujuan untuk menstabilkan mahalnya  harga beras tetapi anehnya beras dijual dengan harga yang sangat mahal ,harga sesuai surat edaran Dirut Bulog tanggal 1 Desember 2015 adalah harga beras medium untuk pulau Jawa  Rp.9.752/Kg dan harga beras premium Rp.9.862/Kg hingga Rp.10.507/Kg.

Sedangkan luar pulau Jawa harga  bervariasi dari harga paling mahal Rp.9.405/Kg dan harga paling murah Rp.9.009/Kg.
“Kata Rahman Seingat saya ,Mentan Amran mengatakan, dengan jumlah penduduk sekarang mencapai 252 juta jiwa, berkat kerja kerasnya sehingga  pemerintah  tidak impor beras selama satu tahun pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla,pernyataannya berbanding terbalik  ,penerintah resmi mengimpor beras sebanyak  2,5 juta ton dari  Pakistan,Thailand dan Vietnam thn 2015.

Rahman Sabon Nama meminta kepada petani/buruh tani ,pedagang dan penggilingan beras di seluruh Indonesia agar tidak perlu resah, karena impor beras tidak mengganggu harga beras petani. Impor dilakukan untuk mencukupi kebutuhan stok nasional, karena akhir September 2015  Bulog hanya memiliki stok 900.000 ton.

Untuk mengatasi carut marut masalah pangan ini saran saya kepada Presiden Joko Widodo agar segera mengesahkan Lembaga Staf Khusus Presiden Bidang Pengendalian Pangan Nasional (BP2N).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here