INDONESIA BERPOTENSI KEHILANGAN WILAYAH 33.000 KM DI PERAIRAN CHINA SELATAN

0
37

BERITAPLATMERAH.COM-JAKARTA-Kasus  hilangnya pulau Sipadan dan Ligitan dari peta NKRI berpotensi terulang dengan hilangnya 33.000 KM Wilayah NKRI  Kepulauan Spartly di Laut China Selatan apabila pemerintahan Joko Widodo lengah .Hal tersebut diutarakan Rahman Sabon, salah seorang pengurus KADIN yang juga DPN HKTI.Terkait hal ini saya telah menyampaikan laporan kepada Presiden Joko Widodo 11 May 2015 yang lalu,”Tuturnya kepada Platmerah.

Tentang peranan politik LN pemerintah terkait dengan. potensi konflik laut China Selatan ,bahwa saat ini China sudah melaksanakan reklamasi Kepulauan .Spratly demikian juga Vietnam Berdasarkan Indonesia Submission 10 Juni 2010,bahwa Indonesia menyatakan tidak memihak dan tidak setuju dg klaim Nine Dotted Lines China, namun dlm diplomasi luar negri,

Menlu  kita selalu menekankan sebagai bukan Claimant State (hanya China, Taiwan, Malaysia, Brunei, Filipina dan Vietnam), padahal  menurut laporan dari berbagai sumber  ahli hukum kelautan dan TNI bahwa Wilayah ZEE Indonesia masuk seluas 33.000km2,maka akan hilangnya penerimaan negara dari sektor hayati laut dan  diperkiraan  ada kandungan Migas cukup besar 50 thn baru habis.

Berkaitan dg reklamasi tersebut,maka Presiden perlu memanggil Panglima TNI ,KABIN dan Menlu agar Indonesia perlu bersikap , perlu ketegasan &kejelsan sikap oleh Kemlu RI, Menlu Retno hrs pandai memainkan peran diplomasi dan  perlu tegas disampaikan agar negara Claimant States menghentikan kegiatan di kawasan sengketa Spratly ,yg saat ini semakin tegang karena pemerintahan Xi Jinping Presiden RRT sedang membangun  pangkalan udara militer di tengah laut Kep.Spartly dan saat ini munculnya pesawat militer AS dilokasi dapat menimbulkan ketegangan di kawasan, maka perlu kejelasan sikap pemerintahan Jokowi sebagai salah satu negara yg berkepentingan di laut China Selatan.(Solon Sihombing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here