IMASEPA JABAR Meminta Agar Toleransi Antar Umat Beragama Bisa Dijunjung Tinggi

0
26

BERITAPLATMERAH.COM-BANDUNG-Ikatan mahasiswa SE-Tanah Papua Jawa Barat (IMASEPA) memberikan pernyataan sikap terkait kasus yang menimpa Tolikora,Aksi jalan damai yang dilangsungkan dikota Bandung 26/7/2015  juga didukung Ikatan Pelajar Mahasiswa Nias di Bandung.
dan Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia Cabang Bandung

Mereka menganggap  dimana Toleransi antar umat beragama dan inter umat beragama, sebagai bagian dari masyarakat multikultural, merupakan hal yang sangat penting. agama yang menjadi rahmat bagi alam semesta tidak hanya mengatur toleransi antar umat beragama, tetapi juga mengatur toleransi dalam masyarakat yang lebih luas yang disebut multikultural.

Masyarakat multikultural terdiri dari berbagai macam ras, bangsa, agama, suku, kepercayaan, adat istiadat, budaya, peradaban, dan dari latar belakang kehidupan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.
Pertikaian antar umat beragamayang terjadi di Tolikara, Papua telah menewaskan 1 Orang tertembak mati dan 10 Orang luka-luka akibat penembakan yang dilakukan oleh Oknum Kepolisian. Pada awalnya, di Tolikara ada Seminar dan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) oleh Pemuda GIDI, umat Kristen Protestan di Tolikara pada hari selasa, 15 Juli sampai dengan 17 Juli 2015.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Dengan adanya seminar dan KKR maka Pemuda GIDI dari Tolikara meminta kepada umat muslim untuk melakukan ibadah atau doa perayaan hari besar Idul Fitri tidak boleh menggunakan Toa karena akan tergganggu kepada semua Peserta Seminar dan KKR. Namun, permintaan itu tidak diterima Oleh Umat Muslim yang saat itu melakukan Ibadah hari besar Idul Fitri.
Namun permintaan tersebut ditolak dan melawan, akhirnya terjadilah adu mulut dan baku lempar. Saat itu, a

parat Kepolisian datang di TKP mengeluarkan tembakan dengan Membabi buta. Akibat tembakan polisi 10 orang Papua yang merupakan Pemuda dan Masyarakat GIDI terluka dan 1 Orang tertembak mati di tempat kejadian.

Sebelum kegiatan seminar dan KKR di wilayah tolikara dari Dedominasi Gereja Injili Di Indonesia (GIDI ) Pihak departemen gereja sudah mengeluarkan surat pemberitahuan bahwa tidak ada

aktifitas lain dan itupun kapolres Tolikara sudah tahu tetapi mereka mala melakukan ibadah sholat menggunakan toa dan terjadi negosiasi dan bentrokan sampai Aparat Keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mengeluarkan tembakan pertama dan kemudian disusul tembakan selanjutnya. Setelah itu, masyarakat mulai membakar Masjid dan Kios.

Dari Pertikaian yang menewaskan 1 orang Korban dan 10 orang luka-luka akibat penembakan Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Pembakaran Masjid serta Kios oleh Masyarakat Karubaga di Tolikara Papua maka Kami dari Ikatan Mahasiswa Se-Tanah Papua Jawa Barat meminta:
1. Maaf kepada seluruh warga muslim yang ada di Indonesia umumnya dan khususnya kepada muslim yang ada di Tolikara, Papua.
2. Kepada muslim yang ada di Jawa Barat dan muslim se-Indonesia agar dapat menjungjung tinggi Toleransi antar umat beragama dan menjaga kerukunan antara umat beragama dan Pemerintah.
3. Agar dapat menjaga Mahkota Pluralisme di Indonesia
4. Agar Pemerintah dapat menyelidiki pihak-pihak yang mengacaukan situasi [Polisi dan Pemuda GIDI] di Tolikara segera diberikan hukuman.
5. Agar saling menjaga Kemajemukan ba

ngsa Indonesia dan menjaga keamanan, kesehatan, dan keselamatan Mahasiswa Papua dan Mahasiswa Kristen di Seluruh Indonesia
6. Kepada Pemuda GIDI dan Masyarakat Karubaga dapat meningkatkan sikap saling pengertian dan menghargai tanpa adanya diskriminasi dalam hal apapun, khususnya dalam masalah agama.(Leonardus O. Magai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here