Hukum Cambuk Di Aceh

0
20

Banda Aceh – Sebanyak enam pemuda dicambuk masing-masing 40 kali karena terbukti melanggar Qanun Jinayah tentang khamar atau minuman keras. Eksekusi cambuk dilakukan di depan umum di Meunasah Gampong Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.
Eksekusi cambuk berlangsung sejak pukul 10.20 WIB, Selasa (1/3/2016). Pihak kejaksaan membaca nama-nama pelanggar lengkap dengan alamat, dan kesalahan serta jumlah cambuk. Setelah itu, satu persatu terdakwa ini dihadirkan ke atas sebuah panggung yang sudah disiapkan.

Sedangkan pasangan khalwat yaitu TRM (21) dan SSM (19). Kedua mahasiswa ini ditangkap di Desa Punge, Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh pada 24 November 2015 lalu. Mereka dicambuk sebanyak delapan kali setelah dipotong masa tahanan yaitu dua kali cambuk.”Mereka dicambuk karena melanggar Qanun Jinayah dan hukuman terhadap mereka sudah diatur dalam qanun tersebut,” kata Walikota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, dalam sambutannya.
Dua algojo dihadirkan ke atas panggung. Satu algojo, mencambuk sebanyak 20 kali sabetan. Setelah itu, para terdakwa kembali dibawa masuk ke dalam sebuah ruangan di komplek Meunasah. Eksekusi cambuk mendapat pengawalan dari petugas Satpol PP dan pihak kepolisian. Ratusan warga ikut menyaksikan hukuman tersebut.

Keenam terdakwa yang tersandung kasus miras tersebut adalah RP (25), AH (26), MER (20), MHA (22), KH (24), dan ZK (26). Mereka merupakan warga Aceh dan ada juga dari Sumatera Utara. Para terdakwa ini ditangkap di Hermes Hotel pada 17 Desember 2015 lalu saat tengah menggelar sebuah pesta. Saat ditangkap, polisi syariat Islam menemukan barang bukti berupa minuman keras dari tangan mereka.

Para terdakwa yang dicambuk 40 kali tersebut terbukti melanggar pasal 15 Qanun nomor 6 tahun 2014 Hukum Jinayat tentang khamar atau miras. Sebelum dieksekusi, keenam pemuda tersebut mendekam di Rutan Kajhu, Aceh Besar.
Selain enam terdakwa ini, ada 12 orang lain yang ikut dicambuk pada hari ini. 10 Orang di antaranya karena tersandung kasus perjudian dan dua lagi merupakan pasangan khalwat. Mereka ditangkap beberapa waktu lalu di sejumlah lokasi di Banda Aceh.

Sepuluh orang yang tersandung kasus perjudian yaitu Asy (45), Is (65), MT (26), IQ (25), BR (40), SAH (32). Mereka ditangkap di terminal Batoh, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh beberapa waktu lalu dan dicambuk sebanyak 6 kali setelah dipotong masa tahanan.

Terdakwa lainnya yaitu, As (59), ER (49), AM (44), dan AH (38). Mereka ditangkap di kawasan Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh dan dihukum cambuk sebanyak 7 kali setelah dipotong masa tahanan.

“Hukuman cambuk ini bukan siksaan tapi gerbang untuk menuju taubat nasuha,” jelas Illiza.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here