Hotman Paris: Biasanya Pengacara Pas-pasan Yang Terjun Ke Politik

0
2

Hotman Paris Hutapea mengaku menolak tawaran untuk menjadi juru bicara kampanye pasangan Prabowo-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Meski Hotman Paris mengaku telah mengenal Sandiaga Salahuddin Uno sejak masa krisis moneter, hal itu tidak lantas membuatnya tertarik terjun ke dunia politik.

Pernyataan tersebut disampaikan Hotman Paris saat dikonfirmasi awak media, Selasa (14/8/2018) lalu.

Enggak, dari dulu saya sudah ditawarkan berbagai partai, Prabowo klien gua, Harry Tanoe klien gua, Airlangga Hartarto klien gua, tapi gua enggak mau duduk jadi DPR atau apa,” kata Hotman dilansir dari Warta Kota.

Hotman Paris tidak akan menerima tawaran politik apapun karena dirinya sudah sangat nyaman dengan hidupnya sebagai pengacara.

Pengacara kondang ini mengatakan bahwa dirinya telah sukses dan hidupnya saat ini sangat bebas.

“Saya lebih merdeka hidup seperti sekarang. Toh gua udah jadi pengacara tersukses ngapain gua masuk politik,” katanya.

Menurutnya, hanya pengacara yang kurang sukses saja yang tertarik terjun ke kancah politik.

“Biasanya pengacara kurang sukses atau pas-pasan banyak yang terjun ke politik, kalau gua kan udah kelewat sukses, jadi enggak ada niat,” ungkapnya.

Berbeda dengan Hotman, pengacara kondang Farhat Abbas memilih terjun ke politik tahun ini.

Farhat disiapkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi juru bicara untuk melawan kritikan kubu oposisi, Fadli Zon.

Farhat Abbas menyatakan hal tersebut di sela kegiatan pembekalan juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo dan Ma’ruf, di Jakarta, Senin (13/8/2018) lalu.

“Saya disiapkan partai untuk menghadapi kritik dari Fadli Zon,” ujar bakal calon legislatif dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here