Heboh, Soal dan Kunci Jawaban USBN SMA di Bandung Diduga Bocor

0
4

Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) melaporkan dugaan kebocoran soal dan kunci jawaban Ujian Sekolah Berstandard Nasional (USBN) 2018 SMA di Kota Bandung kepada DPRD Jabar, Senin (26/3/2018). Soal dan kunci jawaban ini didapat sejumlah pelajar tingkat SMA dari sebuah grup WhatsApp.

Ketua FAGI Kota Bandung, Iwan Hermawan, mengatakan kasus dugaan peredaran bocoran soal dan kunci jawaban USBN ini bermula saat seorang guru di sebuah sekolah di Kota Bandung mendapati sekumpulan pelajar meributkan sesuatu yang tampak di layar smartphone mereka.

Saat ditelusuri, katanya, layar smartphone tersebut menunjukkan rangkaian bocoran soal dan kunci jawabannya. Lengkap dengan jenis-jenis paket soalnya. Materi tersebut didapat dari sebuah grup WhatsApp, beranggotakan ratusan nomor yang diduga nomor para pelajar dan seorang admin grup.

“Para pelajar memanggil admin grup ini dengan sebutan kakak. Setiap harinya, admin grup memberikan soal dan kunci jawabannya berdasarkan paketnya. Contoh waktu hari pertama USBN, ada soal dan jawaban mata pelajaran Sosiologi, Bahasa Indonesia, dan Agama. Begitu pun besok-besoknya,” kata Iwan di Kantor DPRD Jabar, Senin (26/3/2018).

FAGI, katanya, mendorong DPRD Jabar membuat tim untuk menginvestigasi kebocoran soal dan jawaban tersebut. Hal ini disebabkan kebocoran soal dan jawaban ini bukanlah penipuan dengan motif ekonomi.

Setelah diteliti, kata Iwan, kunci jawaban setiap mata pelajaran sesuai dengan aslinya dan pelajar dapat dengan mudah masuk grup tersebut untuk mendapat kunci jawaban dan soal secara gratis. Namun, Iwan enggan menyebutkan nama-nama sekolah yang mendapat kunci jawaban ini.

“Kami tidak tahu dari mana orang itu mendapat kunci jawaban yang sangat lengkap. Walau ditemukannya di Bandung, tidak menutup kemungkinan penyebarannya sudah se-Jawa Barat. Penyebarannya juga dalam bentuk soft copy dalam flash disk,” katanya.

Ketua Komisi V DPRD Jabar, Syamsul Bachri, mengatakan segera membentuk tim investigasi untuk mendalami laporan kasus ini supaya tidak terjadi tahun depan. Syamsul mengatakan tidak mau mengira-ngira sebelum didapat hasil investigasi.

“Dalam waktu seminggu tim ini akan bekerja, mencari dari mana sumbernya. Kalau ada indikasi kriminal, kita lanjutkan kepada aparat penegak hukum,” katanya seusai menerima audiensi dengan FAGI.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hadadi, mengatakan tim investigasi ini terdiri atas Dinas Pendidikan Jabar, Dewan Pendidikan, MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah), K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah), dan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran).

“Sementara fokus di Kota Bandung, tim diberi waktu satu pekan untuk menginvestigasi. Kita ingin memperjelas isu USBN ini. Secara resmi kepada kami belum ada laporan siapa di mana, biar tim mengungkap lebih detail supaya jangan terluang lagi,” katanya.

Hadadi mengatakan laporan tersebut baru didasarkan pada dugaan dan kasus ini perlu didalami untuk mendapat faktanya. Barulah setelahnya ditindaklanjuti secara administrasi ataupun hukum.

Hadadi menginginkan USBN manjadi kesempatan para pelajar menunjukkan kemampuan akademisnya secara jujur, melaksanakan USBN sebagaimana mestinya. Ujian ini sebagai salah satu tolok ukur keberhasilan para pelajar dalam mengenyam pendidikan selama ini.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here