IMG-20170821-WA0018

Hari Ini Gubernur Jawa Timur Lantik Wali Kota Madiun

BERITAPLATMERAH, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Soekarwo hari ini melantik Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto di gedung negara Grahadi Surabaya, Senin (21/8)

Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri Nomor 131.35-3514 Tahun 2017 tanggal 11 Agustus 2017 tentang pengangkatan Walikota dan pemberhentian Wakil Walikota Madiun. Sebelumnya, Sugeng adalah Wakil Walikota Madiun.

Walikota Madiun sebelumnya, Bambang Irianto diberhentikan berdasarkan SK Mendagri Nomor 131.35-5613 Tahun 2017 tanggal 11 Agustus 2017 tentang pemberhentian Walikota Madiun. Bambang mengundurkan diri dari jabatannya karena kasus hukum yang dijalaninya.

Pakde Karwo mengingatkan kepada para kepala daerah untuk fokus pada akuntabilitas anggaran. Kepala daerah diminta serius melaksanakan pengelolaan anggaran secara elektronik atau e-budgeting.

“Ini penting dilakukan agar saat Kebijakan Umum Anggaran dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), dokumen anggaran yang diajukan sudah mencantumkan nama, alamat dan rencana anggarannya secara rinci,” katanya saat pengambilan sumpah jabatan serta pelantikan Walikota Madiun, Ketua TP PKK dan Dekranasda Kota Madiun sisa masa jabatan Tahun 2014-2019.

Pakde Karwo berharap, melalui e-budgeting ini, tidak ada lagi perubahan anggaran setelah KUA-PPAS. Pihaknya juga mengusulkan pada pimpinan dewan agar pada saat KUA-PPAS, batas untuk Jaring Aspirasi Masyarakat/Jasmas harus sudah final terkait nama, alamat dan jumlah uangnya.

KUA-PPAS sendiri adalah dokumen anggaran yang dibuat oleh sekretaris daerah untuk disampaikan kepada kepala daerah sebagai pedoman dalam penyusunan APBD.

Selain akuntabilitas anggaran, gubernur juga mengingatkan masalah kemiskinan kultural yang disebabkan pola hidup masyarakat seperti malas bekerja dan pasrah pada keadaan. Solusinya, masyarakat harus dilibatkan dalam perumusan kebijakan, serta harus didekati dan diajak bicara. Kesalahan fatal adalah masyarakat ini hanya dijadikan obyek, sehingga mereka sendiri asing terhadap program yang dijalankan. Kuncinya adalah partisipatoris.

Dia berpesan kepada kepala daerah untuk menjalin hubungan baik dengan Forkopimda dan DPRD. Salah satunya dengan sering membuat forum diskusi dengan forkopimda, serta forum diskusi dengan dewan terkait pembahasan anggaran.

Gubernur memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya bagi Walikota Madiun sebelumnya, Bambang Irianto yang telah memimpin Kota Madiun sehingga meraih banyak penghargaan baik tingkat provinsi dan nasional.  Penghargaan yang diraih Kota Madiun di tingkat provinsi seperti, Juara I lomba lingkungan sekolah sehat, Juara I lomba Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS), Juara I lomba pasar terbaik, Juara I lomba kelurahan siaga aktif serta juara 1 pelaksana terbaik posyandu.

Di tingkat nasional, Kota Madiun meraih beberapa penghargaan seperti zero accident award, wahana tata nugraha, adipura kencana, adipura kirana, adiwiyata, penghargaan kota sehat tingkat nasional serta anugerah kota sehat.

Selain Pelantikan Walikota Madiun, pada kesempatan ini juga dilakukan pelantikan Ketua TP PKK Kota Madiun dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Madiun sisa masa jabatan 2014-2019, yakni Sri Ismah Sugeng Rismiyanto oleh Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda Jatim Nina Soekarwo. (tok/tyo)