Harga Daging Sapi Mahal,Rakyat Hanya Beli Tempe, Kemana Mentan?

0
12

 BERITAPLATMERAH.COM-JAKARTA-Mahalnya harga daging sapi dipasaran minggu-terakhir, memaksa para pedagang melakukan aksi mogok jualan,akibatnya  rakyat hanya mampu beli tempe sepotong yang juga turut naik, .

Sementara Menteri Amran dalam pernyataan sebelumnya (Brita TV.One dan Metro TV Minggu 9/8-2015) Tentang sapi, dengan  ‘bersemangat’ mengatakan bahwa  stok ternak cukup untuk 3 bulan ke depan , pernyataannya  ini mengundang polemik, kenapa tidak ada pasok ke pasar sehingga harga daging dapat turun.

Pakar ekonomi yang juga pengurus  KADIN ,DR Rahman Sabon Nama mengatakan Tampaknya Mentan Amran lupa/tidak mengerti  bahwa peternak sapi (lokal) punya karakter kultural, yakni tidak akan menjual sapinya kalau tidak tak ada keperluan khusus dan mendesak (hanya menjual jika benar benar butuh uang),      apalagi hari Raya Korban sebentar lagi  sehingga peternak cenderung menahan sapinya,tidak bisa pemerintah mengklaim jaminan angka  stok cukup untuk 3 atau 4 bulan kedepan.

Rahman menambahkan   bahwa Harga daging di pasar Jakarta Rp.130.000/Kg dan pemerintah  dengan kebijakan mengimpor sapi seharusnya dengan  harga jual daging  Rp.65.000/Kg importir sudah mendapat untung besar,kenapa harus import tapi harga daging tetap mahal,ini adalah negeri yang aneh tapi nyata,”Tuturnya kepada Platmerah

Rahaman mengharapkan sudah waktunya  Presiden melakukan reshuffle kabinet supaya  tidak menggantung seperti sekarang.  Jokowi melakukan kunjungan di pasar Bursa saham kemarin (10/8-2015 ) kegelisahan  tampak jelas dari wajah presiden  ,suatu pertanyaan adakah pembantu presiden yang namanya Menteri Negara,menurut UUD 1945 bahwa Menteri Kabinet bukan pejabat biasa dan  dalam prakteknya menjalankan kekuasaan pemerintah (pouvoir executif).

Seharusnya untuk menetapkan politik pemerintah dan kordinasi i dalam pemerintahan negara ,para  Menteri seharusnya berkordinasi bekerja bersama secara erat dibawah pimpinan presiden Jokowi ,sepertinya para Menteri punya agenda kerja sendiri sendiri.
Momentum di bulan Kemerdekaan ini publik menunggu jurus pamungkas presiden Jokowi untuk melakukan kejutan kebijakan untuk bangsa dan rakyat.

Editor:Agus Nainggolan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here