geng

Geng Motor XTC Indonesia, Akan Bertransformasi Menjadi Ormas

BERITAPLATMERAH.COM-JAKARTA-XTC Indonesia mengikrarkan dirinya sebagai organisasi masyarakat (ormas) di tempat kelahirannya di Bandung, Minggu (7/6/2015). Perubahan tersebut menjadi kali kedua setelah 23 April 2013, eks-geng motor terbesar di Bandung ini bertransformasi menjadi organisasi kepemudaan (OKP).

“Organisasi kepemudaan tidak bisa bertahan lama, karena terpatok oleh umur, sedangkan anggota XTC ada yang sudah berumur di atas 40 tahun. Wajar saja, karena umur organisasi ini sudah 33 tahun,” ujar Ketua Dewan Pembina XTC Indonesia, Ivan Rivky kepada wartawan di Bandung, Minggu (7/6/2015).

Ivan menjelaskan, XTC Indonesia mengalami perubahan karena tuntutan zaman. Pada awal berdiri, 31 Desember 1982 silam, XTC berwujud sebagai organisasi otomotif. Anggota organisasi ini menyebar ke seluruh Indonesia bahkan hingga Jepang dan Los Angeles, Amerika Serikat.

Dari catatan terakhir, hingga kini anggota XTC Indonesia mencapai 200.000 di 25 provinsi di Indonesia. Jumlah terbanyak berada di Bandung sebanyak 15.000 orang. “Selain Jabar, kantong-kantong anggota XTC terbanyak berada di Lampung dan Bali. Bahkan Riau anggotanya mencapai 4.000 orang. Namun saat ini kami sedang mendata ulang anggota kami. Targetnya, sebelum munas data resmi anggota sudah kami pegang,” ucapnya.

Namun dalam perkembangannya, XTC dikenal menjadi geng motor yang meresahkan. Mulai dari perang antar-geng motor serta kerusuhan pernah melibatkan XTC. Hingga akhirnya XTC bertransformasi menjadi OKP dan menjadikan organisasi ke arah lebih baik.

“Kami berubah ke arah lebih baik. Kami ingin menghilangkan stigma negatif. Geng motor adalah masa lalu kami yang telah kami bubarkan zamannya Pak Moeldoko dulu,” tuturnya.

Berbagai cara untuk mengubah stigma negatif pun ditempuh. XTC memperketat tata tertib keanggotaan dan menjalin komunikasi dengan berbagai instansi seperti polisi, TNI, termasuk pemerintah.

Ivan mengaku organisasinya siap membantu semua program pemerintah, TNI, maupun Polri. “Kami organisasi non partisan, tapi membuka diri untuk bekerjasama dengan organisasi politik maupun nonpolitik, demi terwujudnya Indonesia yang tentram, adil, makmur, dan sejahtera dengan memegang moto Kekuatan dalam Persaudaraan,” ucapnya.

Ivan mengaku hingga kini masih ada segelintir orang yang menjadi geng motor. Mereka terkadang mengatasnamakan XTC. Namun, pendiri XTC ini meyakinkan organisasinya sudah berubah. Bahkan polisi sudah mengetahui mana XTC asli dan XTC palsu.

“Bahkan kini nama XTC tidak memiliki kepanjangan, karena kepanjangannya tidak pantas. Kami sekarang menjadi ormas yang unik. Sebab inilah pertama kalinya di Indonesia ormas berbasis otomotif. Dan kami tidak main-main, kami legal secara hukum dan sudah terdaftar di Kesbang Jabar,” tutupnya. XTC terbuka bagi siapapun. Bagi yang ingin menjadi anggota, pihaknya membuka tangan lebar-lebar.