GENERASI BAHAGIA Itu, Adalah Generasi Kelahiran tahun 1950 dan 60an ,Dan itu Adalah KAMI.

0
95

 Kami adalah generasi terakhir yang masih bermain di halaman rumah yg luas. Kami berlari dan bersembunyi penuh canda, tawa, dan persahabatan. Kami bermain Petak Umpet, Kasti, Gobag Sodor, Lompat Tali, Masak-masakan, Sobyong, Jamuran, atau Putri2 Melati. Kami bisa memanfaatkan gelang karet, biji sawo, kulit jeruk, atau batre bekas menjadi permainan yg mengasyikkan.

Kami generasi yang rela ngantri di wartel, berkirim surat, dan menanti surat balasan dg penuh rasa rindu. Tiap sore kami menunggu cerita radio Brama Kumbara, berkirim salam lewat penyiar radio. Kamilah generasi yang SDnya merasakan papan tulis berwarna hitam, masih pakai pensil dan rautan yang ada kaca di salah satunya. Kamilah generasi yg SMP dan SMAnya masih pakai papan tulis hitam dan kapur putih. Generasi yang meja sekolahnya penuh dengan coretan kejujuran kami melalui tulisan Tipe-X putih, generasi yang sering mencuri pandang teman sekolah yang kita naksir, kirim salam buat dia lewat temannya, dan menyelipkan surat cinta di laci mejanya.

Kami adalah generasi yang merasakan awal mula teknologi gadget komunikasi seperti pager, Komputer Pentium jangkrik 486, dan betapa canggihnya Pentium 1 66Mhz. Kami generasi yang sangat bangga kalau memegang Disket kapasitas 1.44Mb dan paham sedikit perintah DOS dg mengetik copy, del, md, dir/w/p. Kami adalah generasi yang memakai MIRC untuk chatting dan Searching memakai Yahoo. Kami adalah generasi bahagia yang pertama mengenal Nintendo, gem wot yg blm berwarna.

Generasi kamilah yang merekam lagu dari siaran radio ke pita kaset tape, yang menulis lirik dengan cara play-pause-rewind, dan memanfaatkan pensil utk menggulung pita kaset yg macet, generasi penikmat awal Walkman, dan mengenal apa itu Laserdisc/ VHS. Kamilah generasi layar tancap Misbar yang merupakan cikal-bakal bioskop Twenty One.

Kami tumbuh di antara para legenda cinta spt Kla Project, Dewa 19, Padi, masih tak malu menyanyikan lagu Sheila on7, dan selalu tanpa sadar ikut bersenandung ketika mendengar lagu.

Kami generasi bersepatu Warrior dan rela nyeker berangkat sekolah tanpa sepatu kalau sedang hujan. Cupu tapi bukan Madesu.

Kami adalah generasi yang bebas: bebas bermotor dg helm ciduk, bebas dari sakit leher krn kebanyakan melihat ponsel, bebas manjat tembok stadion, bebas manggil teman sekolah dengan nama bapaknya. Bebas bertanggung jawab.

Sebagai anak bangsa Indonesia, Kami hafal Pancasila, Nyanyian Indonesia Raya, Maju Tak Gentar, Teks Proklamasi, Sumpah Pemuda, dan Dasadharma Pramuka

Kini di saat adik2 sdg sibuk belajar dg kurikulum yg njelimet, kami asyik2an mengatur waktu utk selalu hepi2 ngumpul reunian dg teman sekolah kami.

Betapa bahagianya generasi kami…tiada duanya!!!

Utk adik2 kita…kalian hrs belajar sungguh2 ya untuk mendapatkan kebahagian dg cara kalian sendiri…

Salam sayang dari KAMI…
Oh iya, usia kami BUKAN 50 tahun lho, usia kami adalah 20 tahun + 30 tahun pengalaman

Penulis:Drs Solon Sihombin
Ketua Bidang Antar lembaga dan luar Negri Ikatan Sport Centre sepeda Indonesia (ISSI)

Dewan Penasehat Media Platmerah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here