Gempa Situbondo Getarannya Dirasakan Sampai Bali, 3 Orang di Sumenep Tewas

0
2

Gempa bumi kembali mengguncang wilayah Indonesia, kali ini dengan kekuatan magnitudo 6,4 di 61 kilometer timur laut Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, getarannya terasa hingga di Bali.

Seperti yang dialami Wahyu warga Jakarta pengunjung Hotel Fairmont Sanur, Denpasar, Bali, yang ikut merasakan getaran gempa.

“Iya, di hotelku ikut goyang. Ada beberapa tamu hotel juga ikut keluar,” ujar Wahyu, Kamis (11/10/2018) dinihari.

Setelah beberapa tamu keluar hotel termasuk warga negara asing dari Swedia, mereka masuk kembali ke hotel. Namun, masih berada di dalam lobby.

“Kami keluar hotel, khawatir ada gempa susulan sambil monitor BMKG. Kami berdoa, semoga tidak ada yang serius di Situbondo,” katanya Wahyu yang juga wartawan senior.

Hal senada dirasakan Pemimpin Umum Media Beritaplatmerah.com Solon Sihombing yang sedang menghadiri Annual Meeting IMF-World bank Group. Dia merasakan getaran yang agak kuat saat dirinya berada di hotel tempatnya menginap.

“Saat sedang terlelap tidur sangat merasakan getaran gempa yang terasa agak kuat di hotel tempat saya menginap,” ujarnya.

Tak hanya di Bali, gempa di Situbondo juga terasa di Kota Surabaya.

“Saya di kamar dan terasa pintu bergetar. Kami pun keluar kamar dan menanyakan teman-teman. Ternyata memang benar ada gempa,” kata Aldi warga yang kos di kawasan Genteng, Surabaya.

Berdasarkan dari laman BMKG, gempabumi terkini di lintang -7.42, bujur 114.47 dengan kedalaman sekitar 10 kilometer pada pukul 01.44.57 Wib, Kamis (11/10/2018). Kekuatan gempa M 6,4 dan tidak berpotensi tsunami.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan persnya, Kamis (11/10/2018), mengatakan Gempa magnitudo 6,4 yang mengguncang Situbondo Jawa Timur dan Bali menewaskan tiga orang. Beberapa rumah mengalami kerusakan.

“Data sementara dampak gempa dilaporkan 3 orang meninggal dunia dan beberapa rumah mengalami kerusakan,” kata Sutopo.

Kecamatan Gayam Kabupaten Sumenep Jawa Timur menjadi kawasan terparah terkena dampak gempa. Tiga orang korban tewas juga berasal dari Sumenep. Tiga orang korban tewas tersebut adalah:

1) Nuril Kamiliya (L/7) Desa Prambanan, Kec. Gayam – Sumenep.
2) H. Nadhar (P/55) Dsn. Jambusok, Desa Prambanan, Kec. Gayam – Sumenep.
3) Laki-laki Dewasa (masih identifikasi) Desa Prambanan, Kec. Gayam – Sumenep.

“Korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh. Kejadian gempa Kamis dini hari saat korban sedang tidur tiba-tiba gempa mengguncang dan rumah roboh sehingga korban tidak bisa menyelamatkan diri,” kata Sutopo.

BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Sumenep masih melakukan pendataan kerusakan bangunan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here