Fahri Hamzah Kritik PSI: Bikin Partai Koq Memuji Pemerintah?

0
2

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon menjadi narasumber dalam program acara Talkshow tvOne dengan topik ‘Bersama Fahri Hamzah’, Jumat (13/4/2018).

Dalam program tersebut, Fahri Hamzah menanggapi pertanyaaan dari Muhammad Rizky, selaku host yang menannyakan tanggapannya tentang Tsamara Amany, politikus muda yang berasal dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Sembari menampilkan foto Tsamara Amany, Rizky mengatakan, “oke, kalau yang cerewet yang ini, apa komentar Bang Fahri (sembari menunjukkan sebuah foto)”.

Melihat foto yang ditunjukkan, Fahri sempat tertawa kecil. “anak ini baru mulai berpolitik. Bagus itu, yang saya khawatirkan adalah partainya tidak lolos. Mudah-mudahan lolos”, ujar Fahri.

Ditanya bagaimana pendapatnya mengenai politisi-politisi muda di matanya, Fahri mengatakan, “ya kritik saya kepada mereka ini kok mereka bikin partai padahal memuji pemerintah”.

“Lho memang kenapa, apa tidak boleh memuji?”, tanya host.

“Lho partai pemerintah sekarang sudah banyak. Yang diluar pemerintah yang nggak ada. Kalau mau bikin partai kan untuk melawan pemerintah. Kalau mau memuji-muji pemerintah, ikut aja sama partai yang udah ada gitu lho”, ujar Fahri menjelaskan.

“Lha itu saya curiga, ada apa ini sebenarnya. Tapi itu hak lah, nggak apa-apa, namanya juga usaha”, tutur Fahri.

Sebelumnya, Fahri Hamzah sempat mengkritik pedas pertemuan Jokowi dengan PSI di Istana pada Maret silam.

Fahri Hamzah tak mempermasalahkan kedatangan ketua umum partai politik ke Istana Negara untuk bertemu dengan Presiden Jokowi.

Namun, Fahri Hamzah mempermasalahkan pembahasan strategi pemenangan Jokowi pada Pilpres 2019 di Istana Kepresidenan.

“Ya kalau ketemu pimpinan parpol enggak ada masalah. Cuma kalau ngomong, membicarakan strategi pemenangan kan ngawur itu. Iya kan. Ngapain ngomongin strategi pemenangan di Istana,” kata Fahri.

Fahri menyatakan, Presiden merupakan seorang kepala negara sekaligus pemerintahan.

Karena itu seyogyanya Presiden tidak membahas hal tersebut di Istana yang menjadi simbol kenegaraan.

Fahri juga mengkritik PSI yang belum memiliki kursi di DPR sehingga tidak bisa mengusung capres, namun sudah membicarakan pemenangan Pilpres 2019.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here