Ekonomi Sulit, Warga Majalengka Keluhkan Tingginya Harga Kebutuhan Pokok

0
8

MAJALENGKA, Jabar – Masyarakat Kabupaten Majalengka mengeluhkan berbagai persoalan yang terjadi yaitu kebutuhan pokok yang mahal diantaranya harga gas elpiji yang tinggi, kenaikan tarif dasar listrik (TDL), penyaluran raskin yang tidak merata serta masalah lainnya.

Persoalan itu mengemuka ketika Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H Muhamad Iqbal menggelar reses bersama warga Desa Leuwiseeng Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka, Selasa (7/2/2018).

“Saat ini harga gas elpiji ukuran 3 kg di warung-warung sudah mencapai Rp 25 ribu. Sudah susah mendapatkan pekerjaan dan uang, sekarang harga-harga kebutuhan utama naik. Saya meminta agar masalah ini bisa diselesaikan pemerintah,” ujar H Wardi, warga setempat yang ikut dalam reses tersebut.

Selain itu, lanjut dia, di desanya itu tengah membangun musala untuk beribadah umat Islam. Namun terkendala dana, pembangunannya masih tersendat-sendat.

“Saya harapkan bapak sebagai wakil rakyat dari provinsi bisa membantu menyelesaikan pembangunan mushola tersebut,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan warga lainnya, Asep. Menurut dia, saat ini pembagian beras miskin (raskin) di desanya dinilai tidak merata dan tepat sasaran. Masih banyak warga kurang mampu, tidak mendapatkannya.

“Kami juga meminta agar kenaikan harga sembako bisa dikendalikan. Bahkan kalau bisa diturunkan, karena itu sangat membebani masyarakat miskin, di tengah kesulitan mendapatkan pekerjaan dan menurunnya daya beli masyarakat,” ungkapnya.

Menanggapi persoalan itu, M Iqbal berjanji akan berusaha menyampaikan masalah tersebut kepada pihak berwenang.

“Kalau masalah pembagian raskin itu perlu ada perbaikan sistem dan mendata kembali nama-nama penerimanya. Sedangkan masalah sembako akan kami sampaikan keluhan ini kepada eksekutif dalam hal ini pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat melalui kementrian terkait,” papar politikus Nasdem ini.

Mengenai masalah meningkatnya pengangguran, lanjut mantan Wakil Bupati Majalengka ini, pihaknya berharap dengan hadirnya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati dalam menyerap tenaga kerja lokal, dalam hal ini mengutamakan masyarakat Majalengka.

“Tentunya dengan hadirnya bandara itu ada dampak positif maupun negatifnya. Masyarakat Majalengka harus siap dalam menghadapi perubahan dan menjadi obyek, bukan subyek dalam pembangunan bandara itu,” kata mantan Wakil Ketua DPRD Majalengka periode 2004-2009 ini.

Aspirasi mengenai bantuan pembangunan musala, pihaknya akan memberikan kucuran dana agar pembangunannya cepat selesai dan bisa digunakan untuk beribadah serta kegiatan keagamaan lainnya.

“Insya Allah saya bantu, semoga musala di desa ini cepat rampung dan bisa digunakan sebagaimana mestinya,” tukasnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here