Eka Mulyani : Jangan Ragu Memberikan ASI untuk Bayi

0
5

PURWAKARTA – Air Susu Ibu (ASI) merupakan asupan makanan utama saat dalam usia bayi, namun menyusui memang merupakan proses alamiah yang mengandalkan naluri ibu dan ibu agar bisa berhasil. Namun dalam kenyataannya,  menyusui seringkali jadi momen penuh perjuangan.

Rasa nyeri tak tertahankan, ASI tak keluar, bayi sangat rewel, membuat aktivitas menyusui tak semudah yang dibayangkan sebelumnya.

Eka Mulyani seorang bidan, mengungkapkan penting dilakukan agar proses awal menyusui berjalan sukses, terutama di satu bulan pertama.

“Dalam hal menyusui, naluri seorang ibu jadi pemandu utama. Jangan kesampingkan panggilan naluri dan mendengarkan orang lain yang memberi tahu berbagai trik soal menyusui. Apa pun posisi dan cara Anda menyusui, yang terpenting adalah si kecil mendapat nutrisi maksimal,” ucap wanita yang akrab disapa Eka, Rabu 28 Maret 2018.

Tambah Eka, Bangkitkan naluri menyusui yang akan muncul bahkan jauh sebelum persalinan terjadi. Kondisikan pikiran dengan baik, percaya diri kalau Anda bisa menyusui, produksi ASI cukup dan si kecil akan tumbuh sehat.

“Kesuksesan menyusui berawal dari naluri dan pikiran yang positif,” ungkapnya.

Minimalnya, lanjut dia, seorang bayi mendapatkan ASI hingga ia menginjak usia kurang lebih 6 bulan. Seorang bayi yang mendapatkan asupan ASI dengan baik dapat tumbuh menjadi anak yang berkualitas dari segi kesehatan dan emosional.

“Manfaat pemberian ASI bagi bayi merupakan hal vital bagi pertumbuhan dan kesehatan bayi. Sehingga pemerintahpun membuat peraturan tentang asi eksklusif selama 6 bulan, bayi hanya diberikan ASI saja. Karena mendapatkan ASI merupakan hak seorang bayi,” ucap wanita yang menjabat Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.

Walaupun saat ini bnyak susu formula yang memiliki kandungan gizi hampir menyerupai ASI, lanjut dia, tetapi tetap saja asi makanan yang terbaik buat bayi.

“Selain itu ASI juga merupakan kontrasepsi alami bagi ibu, pasalnya dengan menyusui bayinya, ibu bisa menunda periode menstruasi. Jadi jangan ragu dan khawatir bagi setiap ibu yang memiliki bayi untuk memberikan ASI kepada bayinya, karena manfaat dari pemberian ASI yang begitu banyak,” paparnya.

Untuk tenaga medis dan para medis, tambah dia, tidak disarankan untuk menganjurkan bayi diberikan susu formula.

“Kalau selama ini ada bayi yang diberikan susu formula, harus berdasarkan indikasi-indikasi yang bisa dipertanggungjawabkan secara medis. missalnya, kondisi sang ibu yg tidak dapat memberikan ASI karena alasan medis,” pungkasnya. (Gin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here