Durhaka, Setelah Menikah Istri Tidak Mau Disentuh Suami. Akibatnya Usia Perkawinan Hanya Bertahan 20 Hari

0
103

BERITAPLATMERAH.COM | Merangin (Jambi) – Sebut saja Adi ( Red ) kelahiran tahun 1979 alamat Rt 002/001 Desa Sialang (A4) anak dari Weryo Sukarto, nasibnya memang apes setelah menikah sang istri tidak mau disentuh. Ketimbang menahan perih dihati akhirnya pamit ke martua pulang ke habitatnya.

Kisah nyata, Adi kesahariannya sebagai pekerja tani usianya baru masuk kerena pancaroba kedua dan bertempat tinggal bersama orang tuanya di Rt 003 Rw 001 Desa Sialang Kecamatan Pamenang barat Kabupaten Merangin. Kejadian ini menurut penuturan Farsam teman dekat orang tua Adi kepada Platmerah (9/11) di kediamannya Desa Sialang, sekitar awal Agustus 2015, “Saya penuh perhatian terhadap anak teman dekat saya yang masih berstatus bujangan dan saya berniat untuk mencari jodoh untuk Adi, ini saya sampaikan kepada kedua orang tuanya kenyataan niat baik saya ini direstua kedua orang tuanya”.

Pada awalnya, “Saya sudah mengetahui ada seorang janda anak satu bernama Mujiatun alamat di Desa Pinang Merang Rt 021 Rw 005 Kecamatan Pamenang Barat Desa yang berdekatan dengan tempat tinggal Adi. Pada saat saya melamar Mujiatun tidak ada kata-kata yang dilahirkan oleh Mujiatun menolak, dan dia menerima dan ini saya sampaikan kepada Adi dan orang tuanya, alhasil sangat setuju,” tutur Farsam

Pada pertengahan minggu kedua terjadi kesepakatan antara pihak keluarga Adi dan pihak keluarga Mujiatun, permintaan dari keluarga Mujiatun semua biaya ditanggung oleh kelurga Adi berikut mahar satu mayam emas berbentuk cincin, pihak Mujiatun hanya menanggung tempat di rumahnya Mujiatun. Lanjut Farsam, tanggal pernikahan ditetapkan pada tanggal 13 Agustus 2015. Setelah menerima keputusan itu pihak orang tua Adi terpaksa meminjamkan uang kepada salah seorang warga di Desa Pinang Merah sebesar Rp 20.000.000. Pada tanggal 13 Agustus 2015 pernikahan Adi dengan Mujiatun berlangsung di Kantor KUA kecamatan Pamenang, sejak itu pula Adi pindah kerumah Istrinya Mujiatun di Desa Pinang Merah. “Dari awal sampai pernikahan tidak ada masalah terlihat pada zahirnya kedua mempelai rukun,” Imbuh Farsam

“Selang perkawinannya telah masuk usia 20 hari, Adi kelihatannya berada di rumah orang tua, setelah saya tanya, jawab Adi Istrinya tidak mau melayani keinginan suaminya sebagai istri bahkan tidak mau disentuh.” imbuh Farsam

Platmerah menelusuri persoalan ini, menemuai Adi di kediamannya (9/11) untuk konfirmasi, Adi pun mengakui apa yang dirasakan setelah pernikahan. Menurut Adi, “Sejak malam pertama setelah menikah sampai sekarang saya tidak pernah menyentuh tubuh istri saya itu. Bila di malam hari dia masuk kamar dan kamar dikunci dari dalam,” tutur Adi.

“Kerjanya di dalam kamar teleponan entah sama siapa saya gak tahu. Pabila¬† saya tanya siapa itu, katanya teman dan HPnya tidak boleh saya pegang dirumah. kemana dia pergi HPnya tidak pernah lepas,” jelas Adi

Lanjut Adi, “Istri saya itu tidak pernah masak buat saya apalagi nyuci pakaian. Kalau saya mau makan ket empat kakak ipar. Seingat saya, kewajiban saya terhadap istri zahirnya telah terpenuhi, bahkan terakhir hasil kerja saya sebesar Rp 600.000, saya kasih semua sama dia. Bathin saya telah tersiksa, maka saya pamit kepada orang tuanya untuk pulang ke rumah orang tua saya. sampai sekarang belum saya ceraikan. Saya masih mengharap kesadaranya. Jika betul dia tidak mau lagi, saya mengharapkan semua biaya yang telah saya keluakan segera dikembalikan. Jika itu tidak, saya akan membuat laporan ke polisi tentang adanya KDRT. Istri tidak bisa melayani suami sebagai istri dan saya merasa tertipu, uang saya sudah terkuras dia tidak suka sama saya,” kata Adi.(Rifaiduri)

selingkuh
ilustrasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here