Dukung Ucapan Prabowo 2030 Indonesia Bubar, Fadli: Uni Soviet Saja Pecah

0
2

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto secara mengejutkan menyebut bahwa pada tahun 2030 nanti negara Indonesia diprediksi akan bubar. Pernyataan itu termuat dalam sebuah video berdurasi 1 menit 18 detik yang di-posting di akun resmi Facebook Gerindra, Senin (19/3).

Menanggapi hal itu, Wakil ketua DPR, Fadli Zon mengatakan, ungkapan tersebut hanya sebuah warning dan kritikan bagi pemerintah yang dianggap belum bekerja maksimal. Sebab, jika hal itu dibiarkan akan berdampak buruk bagi keberlangsungan negara ini.

“Itu namanya warning, ya. Kita itu ingin Indonesia lebih dari 1.000 tahun, 2.000 tahun, selamanya sampai kiamat. Tapi kalau cara memimpin Indonesia sama seperti sekarang ya bisa kacau,” ungkap Fadli di DPP Partai Gerindra, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (20/3).

Warning yang dimaksud Fadli sendiri adalah agar pemerintah tidak salah dalam menentukan arah negara ini. Tujuannya agar Indonesia tidak mendekati jurang kehancuran.

“Kalau kita salah jalan, kita bisa bubar. Justru kita tidak ingin kita itu bubar. Jangan sampai kita salah jalan. Menurut saya ini kita sudah banyak salah jalan ya masuk kejerat utang dan lain-lain,” tegas Fadli

Lebih lanjut, Fadli menerangkan, bukan tidak mungkin Indonesia akan mengalami kehancuran jika tidak adanya perbaikan dalam sistem bernegara. Hal itu berkaca dari pengalaman Uni Soviet, negara digdaya pada masanya yang akhirnya pecah dan mengalami kehancuran.

“Uni Soviet saja pecah. Kita lihat pengalaman Uni Soviet. Negara yang sangat kuat saja hanya bertahan 70 tahun. Padahal dia punya partai yang sangat kuat, punya Red Army yang sangat kuat,” pungkas Fadli.

Namun Fadli mengaku belum mengetahui pasti kapan dan di mana video itu dibuat. Ia juga belum dapat memastikan pidato itu disampaikan dalam acara internal partai atau acara lain.

Berikut kutipan video Prabowo terkait prediksi kehancuran Indonesia di 2030.

Saudara-saudara, kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini, tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030.

Bung! mereka ramalkan kita ini bubar. Elite kita ini merasa bahwa 80 persen tanah seluruh negara dikuasai 1 persen, rakyat kita tidak apa-apa, bahwa hampir seluruh aset dikuasai 1 persen tidak apa-apa, bahwa sebagian besar kekayaan kita diambil keluar negeri tidak tinggal di Indonesia tidak apa-apa, ini yang merusak bangsa kita saudara-saudara sekalian.

Semakin pintar semakin tinggi kedudukan semakin curang! Semakin culas! Semakin maling. Tidak enak kita bicara tapi sudah tidak ada waktu untuk berpura-pura lagi.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here