Dokter Spesialis Kanker Anak Di Indonesia Kurang Dari 50 Orang

0
22

Beritaplatmerah.com –  Masyarakat internasional akan memperingati Hari Kanker Anak Sedunia. Peringatan Hari Kanker Anak Sedunia merupakan momen yang dapat mengingatkan masyarakat bahwa ancaman penyakit kanker, tidak hanya menjangkiti orang dewasa namun juga mengintai anak-anak.

Data menyebutkan dalam tiga dekade terakhir,  resiko penyakit kanker pada anak semakin meningkat. Apabila dahulu penyakit tumor umumnya menyerang orang dewasa usia  35 tahun ke atas, kini semakin banyak penderita yang berusia muda, bahkan anak anak. Anak-anak mengidap kanker, tentu menyayat hati.   Di saat anak anak lain tengah menikmati masa kanak kanak, dengan bermain dan belajar, yang terpapar kanker justru harus ‘rajin’  terapi dan minum obat agar pertumbuhan sel kanker tidak menyebar ke organ tubuh lain.

Di Indonesia setiap tahun diperkirakan terjadi 4.100 kasus baru kanker pada anak. Separuh dari kanker anak tersebut, rata rata sudah dalam stadium lanjut. Minimnya pengetahuan orang tua tentang kanker, menjadi salah satu penyebab kanker yang diderita anak-anak dalam kondisi stadium lanjut. Tidak hanya itu, kanker yang biasa menyerang anak anak baru sebagian kecil yangdapat dideteksi secara dini. Penting bagi setiap orang tua mengetahui dan mewaspadai gejala   ganjil pada anak yang bisa mengarah pada gejala kanker.   Faktanya, apabila dapat terdeteksi secara dini, kanker pada anak dapat disembuhkan dengan pengobatan dan terapi yang baik. Inilah yang terjadi di negara negara maju dan kaya, dimana 80 persen anak penderita kanker dapat disembuhkan. Lalu bagaimana di Indonesia ???? .

Kanker tantangan besar bagi negara berkembang termasuk indonesia. Kondisi lingkungan buruk dan polusi udara menjadi salah satu faktor pemicunya. Selain itu makanan berpengawet dan mengandung pewarna kimia juga memicu kanker  Padahal makanan  berbahaya inilah yang sekarang banyak ditemui dan dikonsumsi anak anak Dibutuhkan peran orang tua untuk memberikan pemahaman kepada buah hatinya akan ancaman yang dapat ditimbulkan dari makanan maupun minuman yang mengandung zat kimia berbahaya.   Konsekwensinya, orang tua juga harus membiasakan anak untuk tidak jajan sembarangan dengan memberikan  bekal makanan yang sehat.

Tidak kalah penting adalah pemerintah harus lebih serius memberi perhatian terhadap ancaman dan penanganan kanker pada anak anak ini. Keseriusan dalam melakukan sosialisasi dan  edukasi kepada masyarakat, dengan harapan masyarakat lebih memahami hal hal yang terkait dengan pencegahan, deteksi dini  terhadap penyakit kanker.  Pemerintah juga harus lebih mengoptimalkan pengawasan terhadap peredaran makanan yang mengandung zat berbahaya seperti bahan pengawet dan pewarna kimia yang sering digunakan untuk jajanan anak anak. Keseriusan pemerintah Taiwan dalam upaya pencegahan dan penyadaran terhadap ancaman kanker dapat dijadikan contoh.

Di Taiwan  angka penderita kanker dan kanker anak menurun drastis,  karena taiwan sangat konsen untuk upaya pencegahan,. Termasuk membudayakan pola hidup sehat bagi warganya, mengingat dengan cara cara inilah kanker dapat ditekan perkembangannya.   Dari sisi penanganan pasien  kanker khususnya kanker pada anak, selain mengoptimalkan fungsi jaminan kesehatan , seperti BPJS, mengingat sebagian besar penderita kanker anak masuk dalam kategori masyarakat miskin, pemerintah perlu  juga memfasilitasi penambahan jumlah dokter spesialis kanker.

Data yang ada menyebutkan, jumlah dokter spesialis kanker anak di indonesia kurang dari 50 orang,  dan tidak merata pada seluruh propinsi.Idealnya setiap propinsi sedikitnya memiliki 3 dokter spesialis kanker anak, sehingga penderita tidak harus menempuh jarak yang jauh ke jakarta atau sejumlah kota besar lain untuk mendapatkan pengobatan. Keterbatasan jumlah dokter spesialis kanker anak ini juga memicu lonjakan jumlah pasien di rumah sakit rujukan kanker nasional, yang secara tidak langsung dapat mengurangi efektivitas penangannya.

Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani para penderita kanker anak ini. Peran serta lembaga non pemerintah, yayasan ataupun perusahaan menjadi sangat penting untuk ikut mengantisipasinya. Di Jakarta dan beberapa kota di Indonesia  sudah ada Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia yang membuka rumah singgah dan membantu proses perawatan anak anak lenderita kanker. Juga ada perusahaan yang menunjukan kepeduliannya terhadap penderita kanker anak ini. Bila semua dapat bahu membahu dan pemerintah serius berada di garda terdepan, mudah- mudahan penanganan kanker anak ini akan terus membaik di masa mendatang.  Semoga momentum peringatan Hari Kanker Anak Sedunia menjadi momentum untuk mengingatkan kembali pada kita bahwa penyakit kanker terus mengintai anak anak di Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here