Ditemukan Tewas di Sungai Ciliwung, Tubuh Bos TWM Hari Darmawan Penuh Luka Memar

0
6

Polres Bogor melakukan penyelidikan atas meninggalnya bos Taman Wisata Matahari (TWM), Matahari Grup, Hari Darmawan.

Selain melakukan visum, Polres Bogor juga melakukan olah tempat kejadian perkara. Bahkan, olah TKP dilakukan dua kali sekaligus rekontruksi. Selain itu juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

Meski hasil visum belum keluar, Kapolres Bogor AKBP Andi Mochamad Dicky Pastika Gading mengatakan, dugaan sementara korban meninggal akibat benturan-benturan keras.

Dalam keterangan persnya, Andi menyebutkan di tubuh Hari ditemukan banyak luka.

“Sekujur tubuhnya banyak luka karena yang bersangkutan terjatuh di sungai yang banyak batu-batu. Lukanya luka memar di sekujur tubuh dan kepala,” ungkap Andi.

Salah satu luka yang nampak jelas, sebutnya, di bagian mata sebelah kanan.

“Luka-luka memar. Ada strech. Matanya di bagian kanan juga luka. Sepertinya kena batu. Karena seperti yang terlihat di sini (lokasi) banyak batu dan sungainya, bagian tanahnya sudah terkikis,” ungkapnya.

Ditanya kemungkinan atau indikasi lain seperti pembunuhan, Andi menjawab, bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Kalau pembunuhan, kita harus melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sekarang belum selesai penyelidikan. Kita sudah lakukan visum, olah tkp. Dan olah tkp lagi, rekontruksi. Nanti kalau hasil visum keluar kita gelar lagi. Dan setelah itu baru kesimpulannya, apakah ini tindak pidana atau bukan,” terangnya.

Untuk saksi, lanjutnya, sudah ada beberapa yang dimintai keterangan. Di antaranya sopir Hari dan beberapa orang yang ada di tempat kerja. Pemeriksaan pun masih berlanjut.

Dari sang sopir yang hingga saat ini masih diperiksa dan rekontruksi, lanjut Andi, diketahui bagaimana kejadiannya. Sedangkan untuk langkah autopsi atau visum itu menjadi kewenangan dipenyidik.

“Kita masih rekontruksi dulu. Masalahnya waktu itu tidak ada yang melihat. Satu saksi supir beliau, saat itu yang bersangkutan disuruh ambil air minum. Selain itu tidak ada apa-apa. Pintu-pintu juga utuh,” jelas Andi.

Adapun awal mula kejadian, pada Jumat (9/4) malam. Menurut Andi, saat itu Hari sedang bersama sopirnya di tempat kejadian perkara atau di vila.

“Tadi malam, yang bersangkutan sedang bersama sopirnya. Sebelumnya mkan bersama stafnya di daerah TWM. Setelah itu minta diambilkan minum. Namun saat sopirnya kembali dan membawakan minuman dari mobil, yang bersangkutan tidak ada,” kata Andi.

Pencarian pun dilakukan. Namun setelah di cari-carj, tidak juga ditemukan. Karena sudah malam dan situasi air juga deras.

“Di sini airnya deras. Ada pertemuan sungai besar dan kecil di sini. Pencarian dilanjutkan pagi dan Hari ditemukan pukul 06.30 wib sudah dalam keadaan meninggal. Yang bersangkutan ditemukannya sekitar 100 meter ke arah hilir,” tutup Andi.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here