Ditantang Preman, Ahok Bakal Kirim Tank ke Kalijodo

0
43

Beritaplatmerah.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) menerima tantangan warga Kalijodo, Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara. Dia menegaskan tidak takut dengan preman yang diduga akan melawan upaya pemerintah menggusur Kalijodo.

“Mana ada sih negara kalah sama preman?,” kata Ahok, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (11/2/2016).

Orang nomor satu di Jakarta ini akan mempersiapkan kekuatan penuh, untuk menyulap kawasan Kalijodo menjadi taman hijau. “Ya jangan satu atau dua orang lah datang pasukannya dong. Kalau dia seribu kita juga seribu Brimob kita turunkan senjata lengkap kok,” ucap Ahok.

Bahkan, Ahok sempat berseloroh siap mengirimkan tank ke Kalijodo. Namun, ketika dikonfirmasi Ahok sebenarnya tak bermaksud mengirimkan tank. Dia mengatakan pernyataan tersebut adalah sebuah perumpamaan, yang menandakan keseriusannya untuk meratakan Kalijodo.

“Enggak lah. Kan dia (menantang) mesti pakai tank. Ya, kalau pakai tank, saya pakai perumpamaan pakai tank juga,” tandas Ahok.

Sebelumnya, Warga Kalijodo mengancam akan mengerahkan sejumlah preman, jika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap menggusur pemukimannya.

“Preman sini juga pasti bantu. Panglimanya masih bertengger ya susah mau digusur juga. Mereka pasti ngamuk,” kata Usman, juru parkir kepada Metrotvnews.com, Rabu 10 Februari.

Menurut dia, jumlah preman di kawasan Kalijodo cukup banyak. Selain itu, kata dia, mereka juga sudah tidak asing lagi dengan aksi bentrok dengan aparat.

Menurut Warga Kalijodo, Soni, kawasan Kalijodo ditakuti oleh aparat setempat. Bahkan, kata dia, organisasi keagamaan masyarakat pun berulang kali gagal menertibkan kawasan prostitusi tersebut.

Ia menuturkan, jika penggusuran dilakukan tanpa ada jaminan, konflik antara warga dan aparat pasti terjadi. Sebab, kata dia, kawasan Kalijodo sudah menjadi salah satu tempat mata pencaharian warga.

Pantauan Metrotvnews.com, kawasan yang berada di Jalan Kependuan II, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara ini mulai ramai menjelang malam. Sepeda motor milik pengunjung nampak berjejer terparkir di depan kafe.

Lampu-lampu gemerlap terlihat mulai dinyalakan. Terdengar sayup-sayup suara perempuan paruh baya menawarkan jasa karyawannya. “Mas ABG Mas, masih ada,” ucap perempuan tersebut.

Perempuan lain yang telah berdandan pun nampak berjejer di kursi ruangan depan setiap kafe. Dari informasi yang dihimpun, kawasan ini terdapat 60 kafe. Kafe tersebut dibangun bertingkat yang bisa menampung belasan hingga puluhan pengunjung termasuk dengan ruangan khusus di dalamnya.

Pengunjung juga diberikan beragam fasilitas seperti, penjagaan keamanan, pertunjukan musik dan karaoke. Selain itu, minuman beralkohol juga bebas untuk dipesan pengunjung.

Polemik soal penggusuran Kalijodo mengemuka usai insiden kecelakaan Toyota Fortuner maut di Daan Mogot, Jakarta Barat. Riki, sopir Toyota Fortuner, diketahui mengantuk usai menegak bir di kawasan Kalijodo.

Ahok pun langsung punya ide membangun fasilitas umum dan fasilitas sosial berupa taman hijau di kawasan Kalijodo. Taman itu akan dibangun di area penggusuran. Penggusuran Kalijodo bukan sekadar untuk pemberantasan prostitusi. Tapi juga upaya membasmi peredaran minuman keras.

Padahal diketahui, kawasan ini sudah terkenal sejak 1950-an. Kawasan prostitusi di Jakarta Utara ini terkenal sebagai sebagai tempat pelacuran dan praktik perjudian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here