Missing image

Disinyalir Marak Pungli, Sejumlah Orang Tua di Purwakarta Keluhkan Sistim PPDB Online

BERITAPLATMERAH, PURWAKARTA,-Penerimaan peserta didik baru (PPDB) setingkat SMA sederajat di Kabupaten Purwakarta, diduga diwarnai aksi negoisasi (wani piro).

Saat ini, beredar kabar untuk masuk ke SMA diwilayah itu, orang tua siswa harus bisa secantik mungkin negoisasi dengan pihak kepala sekolah.”yang jadi heran,kenapa pada musim PPDB kepala sekolah jarang masuk”,jelas dikeluhkan oleh orang tua siswa.

Sumber beritaplatmerah.com yang merupakan warga Desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur, mengatakan, dia hendak memasukan anak perempuanya ke SMAN 1 Jatiluhur (SMANJA) yang berada di Jl Pramuka Desa Bunder.

Akan tetapi, setelah mendaftar, orang tua siswa diminta harus bisa negoisasi dengan pihak kepala sekolah ujarnya, Selasa 11 Juli 2017.

PPDB tahun ini, lanjutnya, membuat orang tua stres berat. Sebab, untuk masuk sekolah SMA biayanya sangat mahal. Belum lagi, biaya untuk beli perlengkapan sekolahnya. Seperti, baju, tas, buku dan sepatu.

Padahal, lanjut dia, berdasarkan pengalaman tetangganya, tahun lalu tidak ada pungutan biaya dari sekolah. Sebab, biaya bangunan dan SPP-nya sudah disubsidi oleh pemda. Tetapi, tahun sekarang PPDB kembali diwarnai pungutan biaya. “Bikin stres masukin anak ke sekolah,” ujarnya.(jem)