Diduga Korupsi Dana Desa, Kades Hiligodu Dipolisikan

0
4

Nias Utara (Sumut) – Kepala Desa (Kades) Hiligodu Kec. Lotu dilaporkan ke Polres Nias oleh warganya. Ia diduga kuat melakukan tidak pidana korupsi dan menyelewengkan Dana Desa (DD).

Menurut keterangan pelapor berinisial AZ kepada beberapa wartawan di Lotu, Rabu (03/10/2018) mengatakan bahwa benar pihaknya sudah menyampaikan laporan pengaduan dugaan korupsi/penyelewengan Dana Desa Hiligodu Tahun Anggaran 2017 kepada Polres Nias pada tanggal 6 September 2018 yang lalu.

“Iya benar bahwa laporan pengaduan dugaan korupsi/penyelewengan DanaDesa Hiligodu TA. 2017 telah disampaikan kepada Polres Nias pada tanggal 6 September 2028 yang lalu,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa sebelum menyampaikan laporan kepada Kapolres Nias terlebih dahulu melaporkan hal ini kepada BPD Desa Hiligodu.

Menyikapi pengaduan masyarakat, BPD Desa Hiligodu melakukan survey lapangan dan menemukan bahwa pada pembukaan badan jalan dari Gereja BNKP Hiligodu menuju SMP N 3 Lombuza’ua belum terlaksana sama sekali. BPD Desa Hiligodu pun melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Pemdes Hiligodu dan pada pertemuan itu kepala desa Hiligodu Tofozohahau Zendrato mengatakan bahwa pembukaan jalan dimaksud belum diSPJkan.

“Lalu kalau belum diSPJkan, kemana uangnya,” ungkap AZ

“Melihat permasalahan ini tidak bisa diselesaikan di tingkat desa maka saya kembali melaporkan hal ini kepada Bupati Nias Utara cq. Inspektorat kab. Nias utara untuk dilakukan pemeriksaan,” sambung dia.

Menyikapi pengaduan masyarakat tersebut Inspektorat kab. Nias utara bergerak cepat menindaklanjuti pengaduan tersebut dengan melakukan observasi lapangan, wawancara dan pemeriksaan beberapa dokumen.

Inspektirat kab. Nias utara dalam pemeriksaannya menemukan berbagai kejanggalan dalam dokumen pertanggungjawaban DD Desa Hiligodu TA.2017. Dan Inspektorat mengatakan bahwa dokumen pertanggungjawaban dimaksud tidak memenuhi persyaratan dokumen keuangan yang akuntabel dan tidak sesuai dengan PP No 71 tahun 2010 tentang standar akuntansi pemerintahan.

Karena diduga ada indikasi penyimpangan atas pengelolaan keuangan daerah oleh kepala desa Hiligodu kec. Lotu, inspetorat kab. Nias utara menyarankan untuk diteruskan kepada Aparat Penegak Hukum untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Berdasarkan hasil temuan bahwa ada indikasi tindak pidana korupsi dan penyelewengan DD Hiligodu TA 2017 didukung hasil temuan BPD Hiligodu dan laporan hasil pemeriksaan Inspektorat kab. Nias utara maka laporan ini saya teruskan ke aparat penegak hukum,” ungkap AZ

AZ juga menjelaskan bahwa laporan pengaduan dugaan tindak pidana korupsi pada kegiatan DD desa Hiligodu TA. 2017 telah disampaikan kepada Polres Nias pada tanggal 6 September 2018.

Kemudian, pada tanggal 26 September 2018 yang lalu telah memenuhi panggilan dari Polres Nias menghadap Bipka Yupiter Zega untuk memberikan keterangan/klarifikasi atas laporan tersebut serta menyerahkan bukti-bukti /dokumen pendukung atas pengaduan dugaan tipikor dimaksud.

AZ mengapresiasi tindakan cepat yang dilakukan oleh Polres Nias dalam menindaklanjuti pengaduan masyarakat dan ia juga berharap agar proses penyelidikan terus berlanjut secepatnya untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya kebocoran keuangan negara pada pelaksanaan kegiatan Dana Desa.

Sementara itu, Bipka Yupiter Zega, saat ditemui wartawan Media Online Berita Plat Merah, Rabu 03 Oktober 2018 mengatakan bahwa kasus ini sedang dalam proses penyelidikan.

“Dan sekarang pun kami menyurati Inspektorat Kab. Nias utara untuk diambil keterangannya, jadi harap bersabar,” ungkapnya mengakhiri.(Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here