DD Dan ADD,” Terganjal Di BPM Dan Pemdes Kabupaten Nias Utara

0
12

Beritaplatmerah.com, Nias, Sumatera Utara – Hingga kini, Dana Desa (DD) di Kabupaten Nias Utara belum disalurkan ke desa-desa. Yang seharusnya dana itu sudah dikelola sejak bulan Mei 2015 kemarin.

DD yang diterima sebesar Rp. 32,2 miliar lebih 2015 secara keseluruhan, dan dikelola secara systematis oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan pemerintahan Desa (BPM) Kabupaten Nias Utara.

Dana Desa itu dibagi ke 112 Desa / 1 Kelurahan, di 11 Kecamatan di Kabupaten Nias Utara. Pembagian dana dimaksud menurut luas geografisnya dan jumlah penduduknya.

Cek Desamu, Apa Dana Desa Sudah Diterima? Jika Belum Laporkan Ke Kementerian Desa.

Senin (22/6/2015) Fo’arota Gea Kepala BPM kepada Plat Merah mengatakan Dana Desa tersebut sudah ada di Kas Daerah Kabupaten Nias Utara sejak April 2015 lalu. Tetapi selama ini tidak bisa disalurkan karena setiap desa harus mengikuti pelatihan dan sosialisasi tentang tata cara pengelolaan dana desa, kata Fo’arota diruang kerjanya yang didampingi Kabid Pemdes dan Kabid PEUM.

Lanjutnya, penyaluran dana desa ini, ada beberapa persyaratan yakni, tiap-tiap desa harus sudah mempunyai RPJMDes dan APBDes. Dan mempunyai tahapan penyaluran yaitu, Tahap I, 40%, Tahap II, 40% dan Tahap III, 20%, ujarnya sambil tersenyum.

Pantauan Pantauan dilapangan bahwa sosialisasi dan pelatihan DD dan termasuk sosialisasi dan pelatihan ADD sudah beberapa kali dilakukan baik diluar maupun diruang lingkup Kabupaten Nias Utara. Dimana, sering diadakan sosialisasi dan pelatihan di Pantai Carlita Gunungsitoli Utara di Kota Gunungsitoli.

Bahkan setiap sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan selalu disediakan tempat penginapan dan transportasi peserta selama dua hari. Tetapi pelaksanaanya hanya sehari saja secara bergiliran per Kecamatan.

Mengundang perhatian Aktivis Bazatulo Zega LSM LPP-TIPIKOR mengatakan pihak BPM dan Pemdes hanya melakukan teori pembenaran diri dan pembodohan publik. Dimana, dana yang sudah ditransfer seharusnya sudah dimanfaatkan oleh masyarakat tetapi diklaim dibungakan entah untuk apa.

Bazatulo berharap dana desa jangan disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan sesegera mungkin dapat disalurkan ke desa – desa untuk menghindari unsur-unsur yang bermuara pada korupsi, ujarnya. (yh/pm).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here