Danyonarmed 9 Pasopati Lepas 4 Anggotanya ke Afrika Tengah

0
6

PURWAKARTA – Kembali mendapatkan kehormatan, satuan Yonarmed 9 Pasopati Kostrad yang bermarkas di Jalan Raya Sadang Subang Purwakarta, berangkatkan 4 anggotanya dalam misi pasukan perdamaian PBB yang tergabung dalam pasukan Satuan Tugas UNAMED Darfur Afrika Tengah.

Bertempat di serambi belakang Mayonarmed 9 Pasopati Kostrad, acara tradisi korp pelepasan prajurit tugas operasi digelar, Senin 10 April 2018

Dalam sambutannya, Danyonarmed 9 Pasopati Kostrad Letkol Arm Eko Pristiono menegaskan bahwa bagi prajurit, penugasan merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan apalagi penugasan yang akan dilaksanakan oleh anggota Yonarmed 9 Pasopati Kostrad sekarang ini merupakan penugasan dengan membawa nama besar pasukan Indonesia dalam misi pasukan perdamaian PBB.

“Penugasan tersebut selain mempertaruhkan nama besar TNI khususnya TNI AD juga nama besar Indonesia di dunia internasional, sehingga dalam penugasan ini setiap prajurit harus benar benar menjalankan segala hal sesuai Protap pasukan perdamaian PBB,” papar Eko dihadapan prajurit yang akan berangkat.

Dalam pelaksanaan penugasan kali ini, lanjut dia, Yonarmed 9 Pasopati Kostrad mengirimkan 4 orang prajurit terbaiknya yang sudah lolos seleksi untuk tergabung dalam Satgas Unamid sampai setahun kedepan.

“Pasukan Pasopati Bisa Pasti Bisa, dan kita tunjukkan kepada Dunia kalau kita bisa,” pungkas Danyonarmed 9 Pasopati Kostrad.

Sersan kepala (serka) Ewin Saputra, salah prajurit terpilih yang akan berangkat ke UNAMID Darfur Aprika Tengah membawa nama Yonarmed 9 Pasopati Kostrad dan Indonesia dalam misi perdamaian PBB.

“Di sinilah tantangannya. Ketika tiba saatnya bertugas ke tempat jauh dan dalam waktu lama, seorang prajurit harus siap meninggalkan keluarga dan orang-orang terkasih,” ujar Ewin saat ditemui usai upacara.

Serka Ewin, untuk menguatkan istrinya, berulang-ulang mewanti-wanti agar selalu siap dengan segala kemungkinan.

“Apapun yang terjadi, harus diserahkan kepada Tuhan sehingga selalu siap dengan kemungkinan terburuk sekalipun di daerah operasi,” tuturnya.

Gara-gara terpilih menjadi anggota Pasukan Perdamaian PBB di UNAMID Darfur Aprika Tengah, ayah dari azka itu harus rela meninggalkan anak dan istrinya.

“Siap gak siap yah harus siap, harus kuat, harus dihadapi, harus mendukung suami. Di sana kelak semoga sukses. Doa yang terbaik untuk suami, selamat dan lancar segalanya,” tutur Sintia, istri Serka Ewin. (Gin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here