Dahlan Iskan, Akui Telah Menerobos Aturan Dalam Proyek Pembangunan 21 Gardu Induk Jawa, Bali, Dan Nusa Tenggara

0
47

Beritaplatmerah.com-Jakarta- Mantan Direktur PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Dahlan Iskan, mengakui ia telah menerobos aturan dalam proyek pembangunan 21 gardu induk Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Dahlan tak menyangka tindakan tersebut berujung pada penetapan dirinya menjadi tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI.

Dahlan mengakui, mendapat banyak pertanyaan mengenai langkahnya menerobos sejumlah aturan untuk memuluskan proyek pembangunan 21 gardu induk tersebut. Meski demikian, Dahlan berkeras melanjutkan proyek yang pencairan dananya sempat ditolak oleh Kementerian Keuangan (Kemkeu) itu.

“Saya juga banyak ditanya soal usulan-usulan saya untuk menerobos peraturan-peraturan yang berlaku. Saya jawab, bahwa itu karena saya ingin semua proyek tersebut dapat berjalan,” kata Dahlan dalam siaran persnya, Jumat (5/6).

Dahlan menyatakan, tindakannya untuk menerobos aturan dilakukan lantaran masih banyaknya rakyat Indonesia yang belum mendapat aliran listrik. Bahkan, Dahlan siap mengambil risiko hukum atas tindakannya tersebut. Hal itu disampaikannya kepada penyidik Kejati DKI yang memeriksanya.

“Saya kemukakan pada pemeriksa, bahwa saya tidak tahan menghadapi keluhan rakyat atas kondisi listrik saat itu. Bahkan, beberapa kali saya mengemukakan saya siap masuk penjara, tegas Dahlan.

Sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) proyek pembangunan Gardu Induk, Dahlan menerima langkah Kejati DKI yang menetapkannya sebagai tersangka. Dikatakan, segala risiko hukum atas proyek ini merupakan tanggung jawabnya.

“Saya ambil tanggung jawab ini, karena sebagai KPA, saya memang harus bertanggung jawab atas semua proyek itu. Termasuk apa pun yang dilakukan anak buah. Semua KPA harus menandatangani surat pernyataan seperti itu dan kini saya harus ambil tanggung jawab itu,” katanya.

Untuk menghadapi proses hukum ini, Dahlan menyatakan akan mempelajari seluruh dokumen dan kondisi yang terjadi dalam proyek ini. Sebabnya, Dahlan mengaku sudah tidak mengikuti perkembangan proyek pembangunan gardu induk selama tiga tahun. Selain itu, Dahlan juga mengaku tak memegang satu pun dokumen PLN.

“Saya akan minta teman-teman direksi PLN memberikan izin pada saya untuk melihat dokumen-dokumen lama. Sebab, saya tidak punya satu dokumen PLN pun,” akunya.

Dalam siaran pers tersebut, Dahlan meminta maaf kepada sang istri, Nafsiah Sabri. Hal itu disebabkan istrinya merupakan sosok yang bersuara keras menolak Dahlan menerima jabatan sebagai Dirut PLN.

“Kini, ternyata saya benar-benar jadi tersangka. Saya harus menerimanya. Hanya saya harus minta maaf kepada istri saya yang dulu melarang keras saya menerima penugasan menjadi Dirut PLN. Sebab, hidup kami sudah lebih dari cukup,” ungkapnya

sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here