COPOT GUBERNUR BI MARTO WARDOYO , TUJUH BANK SWASTA NASIONAL TERANCAM GULUNG TIKAR

0
48

Beritaplatmerah.com-Jakarta-Rahman Sabon Nama pangamat politik dan ekonomi yang juga pengurus Kadin Indonesia prihatin dengan kondosi bangsa saat ini.dengan  semakin sulitnya kehidupan rakyat dan juga pelaku ekonomi pasar dan modal semakin panik dikwatirkan krisis ekonomi dan keuangan nasional tahun 1998 terulang ,dengan semakin  merosotnya rupiah diatas Rp.14.ooo/US$.
Sedangkan  Gubernur BI Marto Wardoyo tenang tenang saja,dan jawabannya itu- itu saja,tidak ada solusi yang jitu untuk mengatasinya. Rahman mengatakan kepada Plat Merah, bahwa Situasi saat ini sangat  di perlukan orang-orang yang cerdas tapi berani dan tulus dalam memperbaiki sistem perekonomian nasional  saat ini segera.

Presiden Jokowi jangan menempatkan orang orang pintar tetapi penakut, orang-orang safety player. Situasi saat ini dibutuhkan orang-orang yang berani tapi bertanggung jawab dan punya intelektual yg bagus,  sudah tepat dengan  Rizal Ramli di Menko Kemaritiman,DR rahman Sabob Namamenyarankan agar  ekonom senior semacam Kwik Kian Gie bisa menjbat Gubernur  Bank Indonesia  saya yakin dia mampu melakukan terobosan  kebijakan yang radikal untuk bisa mengkartol ekonomi dari krisis yang berkepanjangan.

Saat ini rupiah sudah sangat mengkwatirkan,menurut analisa saya apabila menyentuh Rp.14.500, maka 9 Bank swasta nasioanal akan bangkrut gulung tikar.Biaya hidup  Rakyat semakin sulit  harga kebutuhan pokok  semakin tidak terkendali ,angka angka tentag keadaan ekonomi dan ketersedian pangan tidak akurat baik BPS (Badan Pusat Statistik dan Kementan berbeda jauh dan saling menyalahkan dan lempar tanggung jawab.

Rahaman menekankan Wakil rakyat harusnya kritis  dan mempertanyakan  kapabilitas kepemimpinan  Gubernur BI Marto Wardoyo saat ini tetapi seolah menutup mata dan sengaja membiarkan agar keadaan ini semakin buruk.”Kata Rahman, apabila Presiden Jokowi tidak segera merespon situasi saat ini  dengan tidak mengganti Gubernur BI dikwatirkan 9 Bank Swasta Nasional akan bangkrut dan gulung tikar.

Masalah utama menyangkut neraca pembayaran dan besarnya devisit transaksi berjalan karena melemahnya kurs rupiah dan menurunnya impor. Divisit anggaran mencapai 1,98 % dari PDB (produk domestik bruto)  dan dipastikan beban pembayaran hutang akan meningkat tajam. Menurut isu yang beredar saat ini  bahwa 10 juta massa akan turun kejalan apabila rupiah menyentuh Rp.14.500 apalagi bila menyentuh Rp.15.000/US$.

Editor:Agus Nainggolan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here