China Akan Garap PLTA Senilai Rp 229 Triliun di Kalimantan Utara

0
4

China tertarik menanam modal membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) memanfaatkan potensi sungai di Kalimantan Utara (Kaltara). Nilai investasinya diperkirakan US$ 17 miliar atau sekitar Rp 229 triliun (US$ 1 = Rp 13.500).

“Dari semua hasil evaluasi yang dilakukan Kaltara ternyata yang paling siap untuk ditanam investasi di bidang PLTA, China ya, total US$ 17 miliar,” ujar Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie, di Kementerian Koordinator Kemaritiman, Senin (16/4/2018).

Irianto menjelaskan, potensi PLTA di Kaltara bisa mencapai 11.000 megawatt. Dengan potensi tersebut sungai di Kaltara dapat memberikan kontribusi listrik ke negara, industri dan pertumbuhan ekonomi.

“Ini proses sudah bertahun-tahun dari tahun 2010. Kendala yang terbesar itu pembiayaan. Sungai di Kaltara itu potensinya bisa 11.000 megawat,” kata dia.

Kehadiran investasi tersebut akan mendongkrak pertumbuhan industri hingga penciptaan lapangan kerja, yang ujungnya memicu pertumbuhan ekonomi.

“Menko (Menko Kemaritiman) mengarahkan jangan banyak bicara lagi kita banyak aksi. Kemudian kita harapkan invstor- investor ini terbuka, transparan,” tutur Irianto.

Irianto menambahkan khusus untuk pembangunan PLTA ini kata Irianto merupakan gabungan antara perusahaan asing dan juga lokal.

“Bentuknya join venture semua, diharapkan tahun ini sudah mulai satu proyek yang di Sungai Kayan,” terang Irianto.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here