Calon Haji yang Meninggal Sebelum Berangkat Bisa Diganti oleh Keluarganya

0
6

Kementrian Agama (Kemenag) menetapkan calon haji yang meninggal sebelum masuk asrama haji dapat digantikan keberangkatannya oleh keluarga atau ahli waris. Kebijakan baru tersebut akan diterapkan mulai tahun ini.

“Dulu kalau ada yang sudah antre bertahun-tahun untuk berangkat lalu tiba-tiba meninggal dunia tidak bisa digantikan siapa pun, 2018 kalau sudah masuk estimasi keberangkatan kemudian wafat, boleh digantikan ahli waris,” kata Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Nizar Ali pada peresmian revitalisasi Asrama Haji Tabing di Padang, Sumatra Barat, kemarin,

Menurutnya, proses pergantian itu dilakukan secara langsung tanpa perlu mendaftar lagi dengan menggunakan porsi haji yang diwariskan.

“Kebijakan ini diambil dalam rangka mewujudkan keadilan karena ada yang sudah lama menunggu tiba-tiba wafat lalu tidak bisa digantikan siapa pun. Ahli waris yang berhak menggantikan ialah yang ditunjuk keluarga,” jelasnya.

Pada kesempatan itu ia juga menyampaikan bahwa calon haji dengan usia lanjut akan diprioritaskan, terutama jika ada sisa kuota. “Ada sekitar 20 ribu lagi (calon jemaah usia lanjut) dan akan diberangkatkan hingga 2019, khususnya mereka yang berusia 80 tahun ke atas,” tambah dia.

Asrama direvitalisasi

Terkait dengan asrama haji, Nizar menyampaikan Kemenag berupaya meningkatkan standar pengelolaan dan kualitas bangunan di asrama haji sebagai salah bentuk upaya meningkatkan layanan kepada jemaah haji.

“Salah satu yang diperbaiki ialah manajemen pengelolaan dan mo-dernisasi bangunan dengan mengadopsi kekhasan budaya setempat,” kata Nizar.

Menurut dia salah satu standar yang diterapkan di asrama haji seluruh Indonesia dipatok minimal sama dengan hotel bintang empat. “Apalagi tahun ini kami menargetkan standar kepuasan jemaah haji minimal skornya mencapai 85,” tambah dia.

Oleh sebab itu, pihaknya mencoba membangun paradigma baru soal asrama haji. “Dulu tempat tidurnya susun, sekarang lebih baik dan manusiawi,” ujarnya.

Ia mengemukakan telah menyu-sun peta jalan pengembangan asrama haji ke arah yang lebih baik termasuk bekerja sama dengan pemerintah provinsi.

“Tidak hanya melengkapi fasilitas kami juga akan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pengelolanya,” kata dia.

Selain itu ia juga telah mengeluarkan imbauan kepada penyelenggara umrah untuk memberangkatkan jamaah dari asrama haji. “Tentu akan termobilisasi dengan baik jika jemaah umrah berangkat dari asrama haji,” lanjutnya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno berharap dengan revitalisasi Asrama Haji Tabing akan menggerakan ekonomi Sumbar mengingat ada 4.000-an orang yang menginap saat musim haji.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here