Calo Ujian Fakultas Kedokteran Rp 700 Juta Ternyata Residivis!

0
19

Malang – Nikke Natalia Puji Pratiwi duduk sebagai terdakwa kasus penipuan calon mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB), Malang. Ternyata, Nikke pernah melakukan kasus pencurian di Yogyakarta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari website Mahkamah Agung (MA), Rabu (24/2/2016), perempuan kelahiran 25 Maret 1987 itu menipu korbannya pada Agustus 2014. Nikke mengaku sebagai dosen FK UB dan bisa meluluskan seorang calon peserta ujian FK UB dengan imbalan Rp 700 juta.

Ternyata, setelah itu Nikke juga menipu temannya sendiri di Yogyakarta pada November 2014.

Saat itu Nikke sedang jalan dengan temannya R dan ibu temannya, TR. Ketika teman ibunya mengambil uang di ATM, Nikke mengintip PIN TR. Setelah mengetahui PIN tersebut, Nikke beraksi pada 29 November 2014. Saat itu mereka sedang di Stasiun Gubeng, Surabaya. Di sana, R dan TR ke toilet dan menitipkan tas ke Nikke. Nikke lalu mengambil kartu ATM dari dompet korban dan bergegas ke ATM. Dia mentransfer Rp 20 juta ke rekeningnya.

Karena jumlah saldo di tabungan cukup besar, TR tidak curiga uangnya berkurang. Nikke mengulang aksinya saat R dan TR ke Yogyakarta pada 3 Desember 2014. Nikke yang tinggal di Yogya menemui keduanya dan turut menginap di kamar korban.Saat R dan TR tertidur, Nikke diam-diam mengambil ATM di dompet TR dan pergi ke ATM untuk mentransfer uang Rp 20 juta ke rekeningnya.

Hal ini dilakukan berkali-kali keesokan harinya sehingga Nikke berhasil menguras rekening ibu temannya hingga Rp 83 juta. Saat mengecek saldo, TR baru sadar ada yang mengambil uangnya dan segera melapor ke pihak bank. Dari catatan bank, terungkap yang memindahkan uang tersebut adalah Nikke. TR tidak terima dengan hal ini dan melaporkan Nikke ke polisi. Alhasil, perempuan yang ber-KTP di Bumi Mas Indah, Wengir, Malang, itu harus berhadapan dengan hukum.

Pada Juni 2015, Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta menjatuhkan hukuman 1 tahun penjara kepada Nikke. Duduk sebagai ketua majelis Loise Betti Silitonga dan anggota majelis Asep Permana dan Taufik Rahman.

Kasus ini mengungkap perbuatan Nikke lainnya yaitu mengaku-aku dosen FK UB dan berhasil menipu calon mahasiswa FK UB. Rp 700 juta masuk kantongnya tetapi sang calon mahasiswa tidak bisa duduk sebagai mahasiswa FK UB.

Akhirnya Nikke kembali diadili. Kali ini ia duduk di PN Malang dan sidang perdana akan digelar Kamis 25 Februari esok.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here