Cabup Subang Imas Aryumningsih Ditangkap KPK

0
7

Jakarta – Cabup Subang petahana, Imas Aryumningsih dicokok KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT). PKB sebagai parpol pengusung Imas merasa terkejut atas OTT ini.

“Kami terkejut dan nggak pernah membayangkan bahwa Imas bisa terlibat OTT. Ini sebagai warning bagi seluruh calon bahwa masyarakat membutuhkan calon yang membawa atau memberikan contoh yang baik,” ujar Ketua Desk Pilkada PKB Daniel Johan saat dihubungi, Rabu (14/2/2018).

PKB akan menarik dukungan terhadap Imas jika putusan hakim sudah berkekuatan tetap (inkrah). Namun jika kekuatan hukum tetap terhadap Imas setelah masa pencoblosan 27 Juni, DPP PKB akan berkoordinasi dengan DPW PKB Jabar terkait dukungan kepada Imas.

“Kami ikuti aturan UU sampai ada kekuatan hukum yang tetap. Kalau sudah inkrah, kami akan melakukan pengalihan dukungan dan koordinasi dengan DPW,” terangnya.

Imas terjaring OTT KPK pada hari ini. Ada 8 orang yang diamankan, termasuk Imas.

“Dari kegiatan tadi malam, diamankan 8 orang, termasuk kepala daerah di Subang, kurir, swasta dan unsur pegawai setempat,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (14/2).

Bupati Subang Imas Aryuminingsih terjerat dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang sebelumnya, ia menggantikan Bupati Subang yang terkena kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Imas menggantikan Ojang dan menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati pada 11 April 2016.

“Ya,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat diminta konfirmasi terkait OTT Bupati Subang, Rabu (14/2/2018).

Sebelumnya, Majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung memvonis Ojang dengan hukuman 8 tahun penjara. Ojang bersalah melakukan kejahatan korupsi, suap, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Ojang juga menerima uang atau barang yang diduga sebagai gratifikasi atau suap di kantor Bupati Subang, rumah dinas, dan beberapa tempat lain pada periode 1 Oktober 2012 hingga 9 April 2016.

Di antaranya menerima Rp 6,190 miliar dari Kabid Pengadaan dan Pengembangan Pegawai BKD Heri Tantan Sumaryana, satu unit mobil jip dan uang tunai Rp 190 juta dari Plt Kadinkes Subang Elita Budiarti, Rp 1,35 miliar dari Kadisdik Subang Engkus Kusdinar dan Kabid Pendidikan Menengah dan Kejuruan Heri Sopandi.

Selain itu, Ojang juga menerima duit Rp 1,150 miliar dari mantan Kadis Bina Marga dan Pengairan Subang H Umar, serta uang tunai Rp 9,590 miliar melalui ajudannya, Rp 17,600 miliar melalui Direktur BPR Subang, dan Rp 420 juta melalui Wakil Ketua I DPRD Subang.

Sementara itu kekayaan Imas diketahui mencapai Rp 50,9 miliar. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) milik Imas yang dilihat detikcom, Rabu (14/2/2018), total harta Imas per September 2016 sebesar Rp 50.954.748.338 miliar.

Jumlah tersebut gabungan dari keseluruhan harta Imas, baik harta bergerak dan tak bergerak.

Imas sendiri memiliki 43 harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan. Totalnya mencapai Rp 47.953.240.000.

Sementara kekayaan berupa harta bergerak yang dimilikinya sebesar Rp 740 juta. Harta tersebut berupa mobil merek Ford Everest dan Mitsubishi Pajero.

Harta bergerak lainnya berupa logam mulai mencapai Rp 597.600.900. Serta giro dan setara kas totalnya yakni Rp 1.663.907.438.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here