Bupati Purwakarta Buka World Tolerance 2017

0
48

BERITAPLATMERAH,PURWAKARTA,-Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi membuka World Tolerance Confe rence (WTC) 2017  di Bale Janaka Pemkab Purwakarta Jawa Barat senin 22 Mei 2017.

Acara yang dihadiri dari berbagai negara tersebut,diisi oleh pembicara dari  Ingris, Amerika, Singapur Jerman dan juga Propesor dari Indramayu.

Dalam sambutanya, Bupati Purwakarta menagtakan,walapun kabupaten Purwakarta merupkan  kabupaten kedua terkecil di Jawa Barat ,dengan luas hanya 2000 hektar,dan  pendudukannya hanya 2 jt jiwa  jiwa, dan masyrakyatnya mayoritas hidup dari pertanian dan perdagangan,tapi kita mampu mempelopori konprensi internasional sebesar ini, hal ini patut kita syukuri” kata Ketua DPD Golkar Jawa Barat tersebut kepada wartawan di erena WTC.

Acara tersebut bertujuan untuk memberikan pemahanan apa arti toleransi itu sendiri dan jaga mempertahankan rasa toleransi di masyarakyat Purwakarta  yanng selama ini sudah terjaga dengan baik

Dedi mengatakan, dengan acara ini, kita akan memberikan ruang kepada generasi muda Purwakarta untuk berperan ditingkat nasional dalam hal untuk  menularkan rasa toleransi seperti yang sudah ada di Purwakarta sejak jaman dulu.

Sejarah mengatakan,bahwa selama ini di Kabupaten Purwakarta belum pernah ada teradinya konflik yang berkaitan dengan isu SARA, apalagi yang berkaitan dengan toleransi agama

Dedi berharap, Dengan adanya acara tersebut,generasi muda bisa lebih berperan untuk memberikan contoh dalam memperkokoh rasa toleransi dimasyarakyat yang akhir-akhir ini mulai ada gesekan- gesakan dengan  adanya Pilgub DKI

Toleransi adalah sebuah keharusan, semua orang punya keyakinan masing-masing dan pastinya setiap orang akan menrasa bahwa keyakinannya lah yang paling benar, yang terpenting adalah bisa saling menghargai dan tidak mengatakan bahwa agama orang lain tidak benar,misalkan saya agam islam yang paling benar pada internal kita ya kita tidak apa apa, karena itu menumbuhkan keimanan, yang tidak boleh itu, ketika itu menyebut agama yang lain tidak benar di hadapan agama yang lain itu,itu tidak boleh.”ujar Dedi.(jem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here