img-20161123-wa0010

Bupati Pacitan Sambangi Sanggar Tari Kathek Ogleng

BERITAPLATMERAH,PACITAN – Suatu Daerah pasti memiliki ciri khas tersendiri,baik dari Adat istiadat,Bahasa mau pun kesenian nya,Seperti Halnya di Kecamatan Nawangan Kabupaten Pacitan yang memiliki Kesenian khas dari nenek moyang dahulu yaitu Kesenian Tari Kethek Ogleng. Dalam rangka promosi dan pengembangan pariwisata di kabupaten Pacitan Kesenian seperti ini perlu di galakan dan di kembangkan,Sebagai penarik wisatawan agar berkunjung ke kecamatan Nawangan juga agar terjaga budaya yang turun menurun ini. Bupati Pacitan Indartato yang berkesempatan menyambangi salah satu Sangar Seni Tari Kethek Ogleng “Condro Wanoro” yang berada di SDN 4 Desa Tokawi Kecamatan Nawangan tempat asal usul Tari tersebut,(23/11). Dalam sambutan nya Indartato meminta kepada masyarakat agar mempertahan kan kesenian khas Desa Tokawi ini,”Mari kita bersama-sama menjaga dan mempertahankan Kesenian Budaya yang ada di Pacitan termasuk yang ada di desa tokawi ini,Kita nguri-uri budaya leluhur agar tetap lestari”ujarnya. Apa lagi saat ini Pacitan sedang gencar-gencarnya promosi pariwisata,maka dengan demikian kesenian tari ini sebagai sarana promosi wisata di kecamatan Nawangan selain Monumen Jendral sudirman,ucapnya. Bupati yang di dampingi Kadis Budparpora Wasi Prayitno,Kabid TK/SD Dinas Pendidikan Sukatmin,Camat Nawangan Bambang Purnomo S.Sos.MM,
Kades Tokawi Joko Puwanto,
Pimpinan sanggar tari Kethek Ogleng Sukisno. Dalam kesempatan tersebut Sukisno menjelaskan, Tari kethek ogleng berasal dari desa Tokawi,kecamatan Nawangan,Kabupaten Pacitan.Tari tersebut sudah ada sejak tahun 1963 hasil karya dari seorang petani yang bernama Sutiman dan baru Berumur 18 tahun.
Kata “Kethek Ogleng’’ diambil dari nama binatang yaitu kera dalam bahasa jawa “KETHEK”, Sedangkan Ogleng diambil dari gamelan yang berbunyi “gleng-gleng”
Tari Kethek Ogleng pertama kali ada di tempat orang punya hajat perkawinan tepatnya akhir tahun 1963. Pentas tersebut terlaksana atas permintaan Kepala Desa Tokawi pada Waktu itu D.Harjo Prawiro.
Pada akir tahun 1964, Dinas pendidikan dan kebudayaan atas prsetujuan Bupati Pacitan menghimbau kepada sutiman agar dalam tari Kethek Ogleng Tersebut menggunakan cerita panji. Bertujuan apabila menggunakan unsur cerita agar menjadi lebih baik. Cerita panji dalam versi raden panji yang akan dijodohkan dengan Sekartaji atau Candr kirana. Tari Kethek ogleng memiliki alur cerita , secara utuh terdiri dari 6 tokoh yaitu: Panji Asmoro banguan, Sekartaji, Endang lara Tompe,Punakawan,Banthara Narada dan Wanaraseta dan tari tersebut berkembang hingga saat ini,ungkap nya
Dalam kesempatan terpisah Wasi Prayitno menjelaskan bahwa apa pun yang menjadi icon di daerah atau kecamatan-kecamatan yang ada di kabupaten pacitan yang bisa menjadi daya tarik Pariwisata itu wajib di kembangkan untuk memajukan dan memperkenalkan Pariwisata dan budaya yang ada di Kabupaten Pacitan,”Mari kita gali potensi budaya yang ada di daerah Pacitan agar bisa terkenal juga bisa menarik Wisatawan untuk datang ke Pacitan”Pungkas nya.(tyo)