BULOG TIDAK LAKUKAN RAFAKSI HARGA PENGADAAN,”STOK PANGAN NASIONAL AKAN MENIPIS”

0
38

BERITAPLATMERAH.COM-JAKARTA-Pengamat ekoomi dan ketahanan pangan yang jaga pengurus KADIN indonesia DR.Rahman sabon Nama mengatakan ,realisasi penyerapan  Pengadaan produksi gabah/ beras dari petani  Mei thn 2015  tidak sesuai target pemerintah,hanya sekitar 500 ribu ton  beras,padahal dalam periode yg sama tahun 2014 yang lalu 7 Mei 2014 jumlah pengadaan Bulog  mencapai 1 juta ton setara beras.

Sebelumnya Wakil Presiden Jusuf Kala menyatakan bahwa Pemerintah menjamin stok beras dalam kondisi aman,meski kekeringan melanda sebagian wilayah  Indonesia akibat fenomena El Nino.(Kompas Minggu 9/8-2015)

Semnentara pada tahun 2014 kita masih punya tunggakan stok karena realisasi pengadaan 2014 hanya  2 juta ton kurang dari target yang seharusnya 2,7 juta ton, sehingga kekurangan tahun 2014 yang lalu dilakukan Import oleh pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Rencana Pengadaan gabah/beras dimasa Pemerintahan Jokowi tahun 2015 ini,untuk kepentingan cadangan pemerintah sebanyak  2,75 juta ton,   tidak mungkin teralisir karena sampai dengan 7 Mei 2015 yang   terealisiasi poleh Bulog hanya sebanyak 500 ribu ton.”Tuturnya kepada PLatmerah

Hal ini dikarenakan harga sudah merambat naik diatas Harga Dasar,tetapi anehnya petani mendapat harga jauh di bawah Harga Patokan Pemerintah  (HPP) sehingga dipertanyakan peranan pemerintah seharusnya pemerintah hadir disaat petani tidak mendapatkan harga yang wajar.

Menurut Rahman sabon sudah saatnya Presiden menerbitkan Perpres  untuk membentuk Staf Khusus Presiden Bidang Pengendalian Pangan Nasional (BP2N) kami sudah membuat rancangnnya sejak mei 2015,dan rancangannya  telah kami sampekan ke Bpk Presiden dan diharapkan reshuffle kabinet sekaligus dengan  Kepres  Kepala Staf Khusus Presiden Bidang Pengendalian Pangan Nasional (BP2N), “Tuturnya Kepda Platmerah.

lembaga ini dibawah kontrol langsung presiden  membantu Bapak Presiden dan diharapkan sebagai lembaga yang memiliki peranan central dalam pengelolaan pangan nasional melindungi petani produsen dan membela konsumen

Menurut Sabon Nama bahwa Musim Panen Raya (MPR)sejak Pebruari-Mei 2015  sudah  selesai dengan stok penyerapan pembelian oleh Bulog  sekitar 1,5 juta ton. Dengan pencapaian stok ini diperkirakan luas total MPR sekitar 55,5 % dari 11,2juta HA rata-rata total panen nasional dan stock  produsen saat ini menipis.

Untuk bisa mencapai target pengadaan 2,75 juta ton, maka Bulog/pemerintah  harus lebih gesit lagi Panen Musim Gadu (MPG),dengan sisa porsi sekitar 30 %  panen  pada masa paceklik Agustus 2015,maka pemerintah dengan melakukan pembelian di petani  untuk mencapai target stok harus dengan kualitas apa adanya  atau; RAFAKSI harga (penyesesuaian harga) terhadap kualitas tersebut tetapi Bulog harus transparan dan perlu diawasi, selanjutnya terhadap
kualitas apa adanya tadi kewajiban Bulog utk memperbaiki kualitas agar menjadi kualitas standard sesuai Keppres.Saat ini harga Gabah Kering Panen GKP di Jawa Barat sekitar Rp. 5700/Kg.,sedangkan HPP Gabah Kering Panen Rp.3700/Kg.

Dengan demikian apabila dilakukan penyerapan pembelian pengadaan beras/gabah dengan kualitas apa adanya oleh Bulog dengan Rafaksi harga, maka Bulog tidak perlu mengajukan permohonan Import kepada Kemendag sehingga terjaminnya cadangan stok pangan/beras nasional
Apabila import dilakukan dengan nilai rupiah semakin merosot maka cadangan devisa terkuras Dan dipastikan harga beras medium broken 15 % dan premiun broken 5 % dipasaran Luar Negri Thailand,Vietnam,Pakistan dan India akan naik tajam.
Editor:Agus Nainggolan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here