FB_IMG_1500340871883

Buka SCCIFA 2017, Risma Ikut Menari Bersama Pars Delegasi

BERITAPLATMERAH, SURABAYA– Acara Surabaya Cross Culture International Folk Art Festival 2017 kembali digelar Pemkot Surabaya. Ada tujuh negara asing yang turut berpartisipasi dalam gelaran tahun ini.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberangkatkan delegasi para peserta dari Taman Bungkul. Bahkan Risma ikut menari saat diajak salah satu delegasi peserta.

“Saya tadi diajak nari. Aku dulu kan pernah menari Bali, nari Jawa,” ujar Risma kepada Pewarta di kawasan Monumen Bambu Runcing, Minggu (16/7).

Risma mengatakan bahwa tahun ini ada sekitar 200 peserta baik dari dalam dan luar negeri yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Risma senang dengan gelaran Kegiatan ini karena bisa menjadi destinasi wisata.

“Untuk berikutnya akan dikemas lebih profesional lagi agar bisa dijual ke mancanegara,” kata Risma.

Ada delapan negara asing yang berpartisipasi dalam Surabaya Cross Culture International 2017. Delapan negara itu adalah Slovakia, China, Prancis, Rusia, Polandia, Thailand, Lithuania, dan Kanada. Sementara untuk Indonesia diwakili oleh Bali, Jawa Barat, Yogyakarta, Aceh, dan Jakarta.

Para delegasi asing itu diberangkatkan dari Taman Bungkul menggunakan becak. Sepanjang jalan mereka menyapa warga Surabaya yang melihat dari pinggir jalan. Tujuan akhir mereka adalah Monumen Bambu Runcing. Di situ, para delegasi memamerkan keseniannya.

Seperti Rusia yang mempersembahkan tarian Blassava, Polandia denan Krakovianya, Thailand dengan Phang Long, China dengan seni akrobatiknya, dan Prancis dengan Les Grandes Personnes.

Sementara itu Aceh mempersembahkan tarian Ngunjak yang merupakan perpaduan antara tari Sedati, Saman, dan Rabai. Saat delegasi Bali menarikan tari joger, salah satu penari menarik Risma yang menonton di pinggir agar ikut serta menari, Risma pun mengiyakan ajakan itu. Risma ikut berlenggak lenggok, Aksi Risma mendapat aplaus dari warga Surabaya yang ikut menonton.

Saat ditanya kesenian atau tarian apa yang disukai, Risma menjawab bahwa ia suka semua. Risma suka karena kesenian itu datang dari khas daerah masing-masing.

“Kesenian itu mencerminkan hubungan manusia. saya ingin dengan kebudayaan dibangun kembali hubungan antar manusia, tidak ada perpecahan,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya Widodo Suryantoro mengatakan bahwa peserta delegasi asing pada gelaran tahun ini meningkat bila dibandingkan dengan tahun lalu. Tahun lalu hanya ada lima negara yang berpartisipasi, tahun ini ada tujuh.

“Tahun depan target kami ada 10 negara yang ikut berpartisipasi,” pungkas Widodo.(iwd/tyo)