IMG-20170315-WA0012

Bocah 11 Tahun Dalam Kondisi Mengenaskan Karena Perlakuan Kejam Ibu Tiri

Beritaplatmerah, Sungai Pinyuh – Seorang bocah warga Sungai Pinyuh, berinisial RB alias NN (11) diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan ibu tirinya. Kondisi bocah malang itu sangat memprihatinkan. Badan kurus kering, sekujur tubuhnya dipenuhi bekas luka bahkan, kepalanya bocor.

Salah seorang keluarga korban yang juga berdomisili di Sungai Pinyuh, Rosida menjelaskan, korban sudah putus bersekolah sejak beberapa tahun lalu.

Korban sendiri mulanya tinggal bersama kedua orang tuanya di daerah Peniti, Kecamatan Segedong. Namun, sejak ibunya meninggal dunia maka korban pun tinggal bersama bapaknya.

Beberapa waktu kemudian, bapak korban menikah lagi dengan seorang wanita yang juga masih kerabat dengan almarhum ibunya. Korban pun kemudian tinggal bersama ibu tiri dan neneknya di Rt 16 Rw 06, Gang Sepakat, Sungai Pinyuh.

Sementara korban bersama nenek dan ibu tirinya, bapak korban kabarnya kerap tidak berada di rumah.  Sejak itulah, korban jarang terlihat keluar dari rumah. Bahkan, korban tidak bergaul dengan teman-teman dilingkungan tempat tinggalnya. Sehari-hari, korban hanya menghabiskan waktu didalam rumah. Sikap yang tidak normal itulah menimbulkan kecurigaan dari masyarakat dilingkungan tempat tinggal korban.

“Saya beberapa kali berkunjung kerumah korban. Kebetulan, nenek korban juga merupakan orang tua saya. Nah, setiap kali berkunjung saya melihat ada perubahan terhadap kondisi fisik korban. Badannya kurus kering dan tampak bekas-bekas luka di sekujur tubuhnya. Termasuk luka pada bagian kepala korban,” terang Rosida kediamannya di Gang Gusti Khaidir, Sungai Pinyuh.

Menurut pengakuan korban kepada dirinya mengatakan kerap dipukul oleh ibu tirinya dengan benda keras. Seperti, sapu, kayu, gayung hingga ulekan. Termasuk luka lebam pada bagian mata akibat didorong hingga terjatuh dan membentur besi.

“Kalau luka pada bagian kepala menurut korban dipukul pakai kayu. Korban ini dipukul lantaran sering bangun malam karena lapar. Wajarlah korban merasa lapar, karena hanya makan sekali dalam sehari. Itu pun porsi makanya sangat sedikit,” lirih Rosida prihatin.

Selasa (14/2) siang, KPAID Kabupaten Mempawah mengunjungi kediaman korban di Gang Sepakat. KPAID pun telah membawa korban ke Puskesmas Sungai Pinyuh untuk memeriksa luka pada tubuhnya. Rencananya, KPAID akan memeriksakan kondisi kesehatan korban ke RSUD dr Rubini Mempawah.(15/3)

“Kami mendapatkan laporan dari masyarakat tentang dugaan kekerasan yang dialami oleh korban. Makanya, kami datang langsung untuk melihat kondisi korban. Tadi (kemarin), korban sudah kami bawa ke Puskesmas. Secara fisik, kondisi korban memang memprihatinkan. Namun, kita belum bisa memastikan apakah korban ini mengalami kekerasan atau tidak,” ujar Ketua KPAID Kabupaten Mempawah, Kusmayadi

Kusmayadi mengaku pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap dugaan kekerasan yang dialami oleh korban. Nantinya, hasil pemeriksaan dari dokter di RSUD dr Rubini Mempawah akan menjadi bahan masukan bagi pihaknya dalam penanganan kasus tersebut.

“Menurut pengakuan dari neneknya, korban ini mengalami sakit. Sedangkan luka dibagian kepala menurutnya akibat terjatuh. Yang pasti kami masih melakukan pengembangan terhadap kasus yang dialami korban,” tandas Kusmayadi.(wah/tyo)