Bisa ‘Gagal’ Sewaktu-waktu, Jantung Bocah Ini Dipasangi Alarm

0
7

Jakarta, Sejak lahir, Stanley Newman sudah didiagnosis dengan gangguan otot langka yang disebut distrofi otot. Persoalannya, kondisi ini membuat jantung Stanley bisa mengalami kegagalan sewaktu-waktu.

Sebagian besar penderitanya bahkan dilaporkan tak bisa bertahan hidup hingga mencapai 30 tahun. Untungnya kemudian Stanley terpilih menjadi satu dari 100 anak di seluruh dunia yang diajak untuk ambil bagian dalam sebuah proyek medis.

Anak-anak dalam proyek ini dipasangi sebuah implan yang dilengkapi sistem Bluetooth di dada mereka. Apa tujuannya? Rupanya, implan itu digunakan sebagai alat monitoring bilamana terdeteksi aktivitas jantung yang tidak wajar atau mengindikasikan adanya kegagalan.

Menurut tim dokter, anak dengan kondisi seperti Stanley paling rentan mengalami gangguan aritmia jantung yang berbahaya, bila dibandingkan anak-anak dengan gangguan neuromuskular lainnya.

“Kami bilang kepadanya ada robot kecil yang akan melindungi dirinya. Ia bahkan memberinya nama ‘R2-D2’ seperti nama karakter Star Wars kesayangannya,” kisah sang ayah, Rob seperti dilaporkan Daily Mail.

Rob juga ikut mendampingi Stanley saat implannya dipasangkan di Barcelona beberapa waktu lalu. Menurut tim dokter, Stanley hanya diberi bius lokal saat prosedur dilakukan, namun orang tuanya tak boleh menemani. Padahal usia bocah asal Clacton, Essex itu masih terlalu muda untuk melihat apa yang tim medis lakukan terhadapnya.

Awalnya, tim dokter memasukkan sebuah kateter lewat salah satu pembuluh darah di lengan Stanley untuk memastikan kesiapan fisiknya. Setelah itu barulah implan dipasangkan di antara tulang dada dan di bawah jantungnya. “Kami menunggu di luar sementara prosedur dilakukan. Kami cukup stres, tapi dia justru sangat berani,” kata Rob bangga.

Bahkan 10 menit setelah prosedur selesai, Stanley sudah tertawa terbahak-bahak.

Untuk selanjutnya, implan itu akan melakukan pemantauan jantung Stanley selama 24 jam penuh hingga tiga tahun ke depan. Informasi yang direkam implan itu juga dapat dipantau langsung oleh tim dokter di Spanyol.

Bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, implan ini juga secara otomatis akan menyalakan semacam alarm agar Stanley segera mendapatkan penanganan.

“Sejauh ini kami tahu implan itu telah menyelamatkan tiga anak, dengan cara memberikan peringatan kepada dokter tentang adanya gangguan jantung serius,” imbuh Rob.

Ke depan, hasil pengamatan yang didapat dari Stanley dan teman-temannya akan digunakan sebagai panduan untuk membuat rencana penatalaksanaan pengobatan bagi pengidap distrofi otot sejak lahir atau congenital. Sebab saking langkanya, penatalaksanaan pengobatan untuk anak-anak ini nyaris tidak ada.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here