BERAS IMPOR TIDAK MENGGANGU HASIL PANEN “PETANI DAN BURUH TANI TIDAK PERLU RESAH”

0
37

Beritaplatmerah.com-Jakarta,Ketua Umum Asosiasi Pedagang dan Tani Tanaman Pangan dan Holtikultura Indonesia AP2TPHI Rahman Sabon Nama ,menanggapi positip atas pernyataan resmi pemerintah kamis (12/11-2015).

Menko Ekuin Darmin Nasution mengakui pemerintah telah mengimpor beras untuk mengamankan stok nasional.

Menanggapi pengakuan resmi pemerintah itu, Rahman Sabon Nama, mengatakan bahwa satu juta ton beras impor asal Vietnam dan Thailand tidak akan mengganggu hasil panen petani yang diperkirakan  akhir februari dan puncak panen raya May 2016.

Kata Rahman,”Untuk itu saya minta kepada petani produsen,buruh tani,penggilingan dan pedagang  diseluruh Indonesia untuk tidak resah.Untuk diketahui pemerintah bahwa harga beras di pasar Induk Cipinang sebagai barometer harga beras nasional masih tergolong stabil mahal,untuk itu saya minta kepada pemerintah /Bulog agar beras impor tersebut  segera digunakan untuk melakukan operasi pasar (OP)khusus atau Operasi Pasar Murni (OPM)untuk menstabilkan harga karena harga beras saat ini stabil mahal.

Oleh karena itu agar petani produsen,buruh tani,pedagang dan penggilingan tidak resah dan tidak dirugikan atas impor beras ini saya menyarankan pada pemerintah agar harga jual beras OP tidak terlalu jauh beda dengan harga beras OP tahun kemarin 2014  beras medium  harga operasi pasar (OP), 6800/kg, dan beras premium broken 5 persen  dengan harga 7800/kg.

Terkait dengan keresahan petani,pedagang dan konsumen atas pernyataan  kebohongan Menteri Pertanian Amran Suleman yang telah mencoreng pemerintah dan nama baik Presiden Jokowi saya minta agar Menteri Amran secara ksatria mundur dari jabatannya,tidak perlu menunggu dimundurkan pada  reshuffle gelombang kedua desember 2015 ini,”tutur Rahman Sabon Nama (12/11-2015) untuk  malam melalui telpon selulernya menanggapi pernyataan resmi pemerintah terkait impor beras asal Vietnam dan Thailand.

Editor:Agus Nainggolan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here