Bejat ! Dua Bocah di Samarinda Disodomi Pamannya Sendiri

0
9

SAMARINDA – Dua anak dibawah umur kembali menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh keluarganya sendiri.

Korban yang merupakan bocah perempuan dan laki-laki tersebut, masing-masing berusia 9 tahun dan 10 tahun, dan keduanya masih berstatus sebagai pelajar SD.

Pelaku bernisial Ms (42), warga jalan KH Harun Nafsi, Samarinda Seberang, yang merupakan paman bagi kedua korban tersebut.

Kejadian persetubuhan berupa sodomi itu dilakukan pelaku pada medio November tahun lalu, di kediaman masing-masing korban, saat rumah korban sepi.

Bermula dari mengajak korban bermain, yang disusul dengan membuka celana korban, dan langsung melancarkan aksi bejatnya.

“Saya awalnya bermain, lalu saya terangsang dan langsung buka celananya. Saya tidak paksa, tidak juga saya janjikan apa-apa,” ucap pelaku saat di temui di Mapolresta Samarinda, Rabu (7/2/2018).

Kendati menyetubuhi korbanya melalui anus, namun dirinya menampik mengalami gangguan seksual, walaupun selama ini dirinya berhubungan seksual dengan istrinya juga melalui anus.

“Saya tidak kelainan, malah istri saya yang kelainan, karena dia selalu minta pakai lubang anus saja,” ucapnya yang sudah pisah ranjang kurang lebih 2 bulan dengan istrinya itu.

Sementara itu, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Samarinda, Ipda Bunga Tri Yulitasari menjelaskan, terungkapnya kasus itu berawal dari keluhan korban kepada orangtuanya, yang mengaku kesakitan saat buang air besar.

“Setelah mengeluh kesakitan, lalu ibunya tanya, kemudian korban mengaku telah dilecehkan oleh pelaku,” tuturnya.

Mendapati laporan tersebut, Senin (5/2/2018) malamnya kepolisian langsung mendatangi rumah pelaku, guna melakukan penangkapan.

Polisi belum berhasil mengamankan saat itu karena pelaku mengamuk dan mengancam menggunakan parang.

Namun, pada Selasa (6/2/2018) pagi, saat pelaku masih tidur, pelaku akhirnya dapat diamankan kepolisian.

“Sudah kita amankan, dan pengakuannya baru sekali itu melakukan kepada setiap korban,” kata Ipda Bunga. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here