Beberapa kasus yang dikenakan UU ITE,

0
31

Jakarta – DPR tengah merevisi UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena dinilai tidak mencerminkan keadilan. Di sisi lain, Mahkamah Agung (MA) terus mengetuk palu bagi para terdakwa, salah satunya mantan Dirut Merpati Nusantara, Rudy Setyopurnomo.

Berikut yang menyedot perhatian masyarakat, Rabu (9/3/2016):

1. Richard Constantine Van Lee.
Manager Teknik PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) mem-back up data perusahaan pada 31 Maret 2011 tidak untuk niat jahat. Tapi perusahaan menilai lain dan melaporkan WN Kanada itu ke polisi. Pada 1 Februari 2012, Pengadilan Tinggi Pekanbaru menjatuhkan pidana 6 bulan penjara dan denda diturunkan menjadi Rp 25 juta. Vonis ini dikuatkan di MA.

2. Prita Mulyasari.
Prita mengeluhkan layanan sebuah rumah sakit dalam bentuk email. Pihak RS lalu mempolisikan Prita dan jaksa menuntut Prita selama 6 bulan penjara. Pada 29 Desember 2009, majelis hakim PN Tangerang memutus bebas Prita Mulyasari. Alasan utama membebaskan Prita karena unsur dakwaan pencemaran nama baik tidak terbukti.

Siapa nyana, MA membalikkan semuanya. MA mengabulkan kasasi jaksa dan menyatakan Prita Mulyasari bersalah dalam kasus pencemaran nama baik RS Omni Alam Sutera, Tangerang. Prita divonis 6 bulan, tapi dengan masa percobaan selama 1 tahun. Kasus ini lalu dimintakan upaya hukum luar biasa Peninjauan Kembali (PK) dan dikabulkan. Prita bebas.

3. Saiful Dian Effendi
Saiful dipenjara 5 bulan karena dia mengirimkan SMS berisi perkataan cabul, jorok dan porno kepada Adelian Ayu Septiana. Adel pun melaporkan hal ini ke polisi. Kasus bergulir hingga ke Mahkamah Agung. Majelis kasasi yang diketuai Djoko Sarwoko dengan hakim anggota Komariah Emong Sapardjaja dan Surya Jaya menjatuhkan hukuman 5 bulan kepada Saiful. Kasus ini menjadi kasus pertama yang masuk MA terkait SMS cabul yang dipidana.



4.
Wisni Yetty
Wisni menjalin komunikasi dengan teman masa kecilnya, Nugraha pada 2011. Wisni berada di Bandung sedangkan Nugraha di Padang, Sumatera Barat. Mereka berkomunikasi melalui chatting di Facebook. Chatting Wisni dan Nugraha diketahui suaminya, Haska Etika. Si suami lalu melaporkan chating istri dengan Nugraha ke polisi dengan delik UU ITE.

Pada 31 Maret 2015, PN Bandung menghukum Wisni selama 5 bulan penjara. Oleh Pengadilan Tinggi (PT) Bandung, Wisni dibebaskan karena bukti print out chatting diragukan validitasnya.

5. Florence Saulina Sihombing
Mahasiswa S2 di Yogyakarta itu menuliskan kata negatif dalam akun Path-nya karena kesal dengan antrean beli bensin. Florence nyaris ditahan polisi dan akhirnya diadili.

Pada 31 Maret 2015, PN Yogyakarta menyatakan Florence tidak perlu dihukum 2 bulan penjara asalkan tidak berbuat kejahatan selama 6 bulan ke depan. Selain itu, Florence juga harus membayar denda Rp 10 juta. Pada 28 Juli 2015, Pengadilan Tinggi (PT) Yogyakarta memperbaiki putusan PN Yogyakarta sekedar menghapus pidana dendanya.

6. Rudy Setyopurnomo
Mantan Komisaris Utama Merpati bertugas melakukan fungsi kontrol dan pengawasan terhadap jalannya perusahaan. Rudy menerima pesan email dari seseorang tentang adanya penyimpangan di perusahannya yang dilakukan bawahannya. Email itu lalu diteruskannya kepada jajaran direksi Merpati untuk melakukan verifikasi dan audit.

Ternyata belakangan Rudy dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Mei 2012 karena dinilai telah melakukan pencemaran nama baik karena meneruskan email di atas. Rudy dikenakan Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 45 ayat 1 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Pada 13 November 2014, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) memutus bebas Rudy. Tetapi di tingkat kasasi, MA menjatuhkan hukuman percobaan kepada Rudy.

Pada 3 Maret 2016, MA menjatuhkan hukuman percobaan kepada Rudy yaitu Rudy tidak dipidana asalkan selama 2 tahun ke depan tidak melakukan tindak pidana.

Tapi jika dalam dua tahun tersebut melakukan pidana, maka Rudy harus menghuni penjara selama 1 tahun ditambah dengan hukuman pidana baru tersebut. Duduk sebagai ketua majelis hakim agung Dr Salman Luthan dengan anggota Sumardjiatmo dan Margono.

Atas vonis ini, detikcom telah menghubungi pengacara Rudy, Elza Syarief tetapi belum mendapatkan tanggapan.

(detik.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here