Banyak TKA Asal China di Morowali, Luhut: Tenaga Lokal Kurang Bagus

0
11

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan membeberkan penyebab banyaknya Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok, khususnya di Morowali yang sempat menjadi perbincangan hangat beberapa waktu lalu, terutama di media sosial.

Menurut Luhut, hal itu terjadi lantaran investor kesulitan mendapat tenaga kerja lokal yang memenuhi standar mereka. Alasannya, kualitas pendidikan di wilayah setempat masih kurang baik.

“Kami sadar, di luar Jawa di daerah terpencil (investor) kewalahan mendapat tenaga ahli. Kenapa? Karena berbelas tahun tidak membuka politeknik. Contoh Morowali, payroll atau gaji yang diberikan adalah 23 ribu sekian orang ada 2.400 pegawai Tiongkok dan naik jadi 2.700. Karena ada pabrik baru,” ujarnya di Jakarta, Jumat (11/5).

Luhut mengaku tidak bisa menjamin pengurangan para pekerja asing sampai mendapat tenaga ahli yang sesuai. Oleh karena itu, pembangunan politeknik diharapkan mampu menjadi solusi dari minimnya tenaga ahli di wilayah setempat.

“Kapan mau diturunkan? Tergantung ketersediaan tenaga ahli. Makanya ini dibangun politeknik dan sekarang sudah jalan. Karena yang masuk situ Menteri Dikti (M. Nasir) didemo karena bukan orang lokal yang diterima. Ternyata mereka disana (Morowali) banyak yang kurang bagus seperti di bidang matematika, fisika, komputer dan lainnya,” jelasnya.

Kendati demikian, Luhut membantah jika proyek investasi dari investor tidak dinikmati masyarakat setempat. Karena biar bagaimanapun, pembangunan di suatu wilayah secara tidak langsung mampu memberi manfaat bagi masyarakat setempat.

“Kalau dibilang tidak dinikmati rakyat setempat, itu keliru juga. Jadi orang dulu banyak investasi di Jawa sekarang di luar Jawa,” pungkasnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here