Ayip Syariffudin Bantah,Buku Terbitannya Ajarkan Radikalisme

0
22
radikal
Wakil Ketua Umum GP Ansor, Benny Ramdhani menunjukkan buku-buku ajar TK yang mengandung unsur radikalisme

Beritaplatmerah.com-Solo-Penyunting buku bacaan Anak Islam Suka Membaca anat bicara terkait laporan salah satu ormas di Jakarta yang menyebutkan bahwa buku itu menyebar paham terorisme.

Penyunting buku karangan Nurani Musta’in tersebut memastikan tidak ada niat untuk memasukkan paham radikalisme di dalam buku bacaan yang sudah beredar di sejumlah daerah di Indonesia itu.

Ayip Syariffudin, suami Nurani Musta’in, menjelaskan, mereka hanya ingin mengajarkan pola bacaan monoftong dan huruf vokal secara berdampingan.

Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan anak didik membaca huruf per huruf, serta mengenal perbedaannya.

Walau demikian, Ayip berterima kasih atas masukan dan revisi terhadap buku yang diterbitkan oleh Pustaka Amanah, di Solo, tersebut.

“Saran dan masukan berbagai pihak akan menjadi bahan revisi kami. Tidak ada maksud dari kami untuk menyampaikan paham radikalisme,” katanya kepada sejumlah wartawan di rumahnya, di Jalan Banaran, Pabelan, Sukoharjo, Kamis (21/1/2016).

Ayip dan istrinya, Nurani, menjelaskan bahwa buku itu sudah beredar sejak tahun 1999 di sejumlah daerah di Indonesia.

Keduanya meyakini, di dalam buku tersebut tidak ada paham radikalisme karena mereka menentang segala tindakan radikal.

Ayip juga menjelaskan bahwa salah satu isi buku ditujukan untuk mengenalkan suku kata “ai” kepada anak anak.

Untuk itu, susunan kata-kata yang dipilih adalah “selesai”, “raih”, “bantai”, dan “kiai”.

Menurut Ayip, susunan kata tersebut bukanlah kalimat karena ada penggalannya.

“Kata-kata tersebut sudah lama dikenal istri saya, dan mungkin kami memahami, saat ini, kata-kata tersebut sensitif,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gerakan Pemuda Ansor memprotes peredaran buku membaca untuk anak-anak TK yang dianggap mengarah pada penyebaran benih radikalisme.

Dari temuan GP Ansor, di buku terdapat kalimat-kalimat “Gegana ada dimana”, “Bahaya sabotase”, “Cari lokasi di Kota Bekasi”, “Gelora Hati ke Saudi”, “Sahid di Medan Jihad”, dan “Selesai Raih Bantai Kiai”.

Sumber.Tribun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here