Awas LGBT dan Jadilah Sahabat Untuk Anak !

0
67

JakartaMaraknya info-info LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) yang beredar di internet membuat saya cemas. Saya khawatir anak saya yang baru berusia 11 tahun terkena pengaruh dari internet karena banyaknya konten yang tidak sesuai. Bagaimana agar anak saya terhindar dari konten negatif di internet? (Ibu Susi)

Jawaban:

Apa yang Anda cemaskan sangat wajar terjadi. Riset menunjukkan, 62 persen orangtua menyatakan konten yang tidak sesuai umur anak merupakan concern utama mereka. (Pace of Change report, December 2015, hal 15).

Apa yang dimaksud dengan konten yang tidak sesuai menurut versi Anda, mungkin saja berbeda dari sudut pandang anak. Tergantung usia anak dan level kedewasaannya.

Konten yang tidak sesuai di sini termasuk informasi atau gambar yang dapat mengganggu anak, materi yang mengarah ke konten dewasa, informasi yang tidak akurat atau yang mungkin menyebabkan anak tergoda untuk melakukan perilaku yang melanggar hukum atau berbahaya seperti pornografi, konten yang mendorong ke arah kejahatan, terorisme, rasisme, hingga video atau game yang menampilkan gambar kekerasan atau kekejaman terhadap orang lain atau hewan.

Akan sulit memang untuk memantau apa saja yang anak lihat di internet, karena mereka dapat mengakses konten-konten ini melalui ponsel atau tablet yang terkoneksi internet. Mungkin saja anak Anda menemukan situs yang tidak sesuai karena tidak sengaja, melalui aplikasi yang mereka unduh ke ponsel mereka atau melalui link yang dikirim temannya.

Pada usia 10-12 tahun, anak memasuki fase pra-remaja. Mereka membutuhkan lebih banyak pengalaman dan kebebasan. Pada masa inilah Anda perlu mengenalkan fungsi internet untuk membantu tugas sekolah atau menemukan hal-hal yang berkaitan dengan hobi mereka. Tugas orangtua adalah membantu mengarahkan kebebasan mereka.

Pada usia ini, anak-anak juga mulai mengasah kemampuan dan nalar berpikir mereka sehingga mereka akan membentuk nilai dan norma sendiri yang dipengaruhi oleh nilai dan norma yang dianut oleh kelompok pertemanannya. Sebelumnya, norma keluargalah yang banyak berpengaruh. Anak-anak pada usia ini perlu memahami bahwa tidak semua yang dilihatnya di internet adalah benar dan bermanfaat.

Kuncinya adalah komunikasi dan pengawasan. Internet, komputer dan gadget sebenarnya hanyalah alat untuk mempermudah kita (termasuk anak) menjalankan aktivitas. Peran orangtua menjadi sangat penting di sini untuk mengarahkan dan mengawasi. Tips berikut ini mungkin bisa Anda terapkan di rumah.

Jadilah sahabatnya

Keterlibatan orangtua di kehidupan online anak-anak sangat penting, apalagi anak-anak kini akbrab dengan dunia internet. Anda sebaiknya tidak hanya memposisikan diri sebagai orangtua saja, tapi jadilah sahabatnya agar mereka tidak takut untuk bercerita.

Masuklah ke dunia online mereka. Anjurkan anak untuk memberitahu Anda jika mereka menemukan hal-hal yang membuatnya tak nyaman di internet.

Komunikasikan konten-konten yang harus dihindari

Internet bak pisau bermata dua. Di satu sisi anak bisa mendapatkan ilmu pengetahuan yang banyak, melakukan riset untuk tugas sekolah mereka, mengekspresikan kreativitas dan bermain game interaktif.

Di lain sisi, Internet dapat menjadi ancaman bagi anak jika tidak digunakan dengan bijak. Misalnya anak Anda awalnya ingin mencari informasi tentang “Lego”. Namun karena salah ketik, mereka mengetikkan “Legs” (kaki). Dari hasil pencarian yang muncul, anak Anda mungkin akan diarahkan ke beberapa website yang memuat bahasan tentang kaki, beberapa di antaranya mungkin mengandung material pornografi.

Begitu anak mulai mengakses internet, sampaikan apa saja yang bakal mereka temui di sana. Bantu mereka untuk memahami bahwa terkadang mereka bisa melihat konten-konten yang tidak pantas. Lakukan obrolan seperti ini secara teratur.

Anda bisa saja menggunakan software parental control agar anak tidak sembarangan mengakses situs di internet, namun Anda tidak dapat memeriksa semua yang mereka lihat di internet. Anda tetap harus mengajari bagaimana menghindari konten yang tidak sesuai, dan cara mengatasinya jika mereka melihatnya.

Beberapa website ada yang menentukan batas minimum umur 13 tahun untuk mengaksesnya, termasuk YouTube dan Facebook. Jelaskan pada anak Anda bahwa batasan umur ini dibuat untuk melindungi mereka dari konten yang tidak sesuai.

Software Parental Control

Salah satu langkah untuk menangkal materi negatif di internet adalah dengan menginstal software parental control di komputer rumah, contohnya K9 Web Protection. Tapi ingat, software ini hanyalah alat bantu untuk mengawasi, tidak dapat menggantikan peran orangtua dalam memberikan keamanan anak selama berinternet. Software ini tidak bisa menjamin 100% menghalau konten negatif dari internet.

Cari tahu apa yang sering anak Anda lakukan di internet dan beritahu situs dan aplikasi apa saja yang bagus untuk mereka gunakan, termasuk mesin pencari. Ada beberapa mesin pencari yang child-friendly yang dirancang khusus untuk anak-anak, di antaranya Swiggle (http://www.swiggle.org.uk/) atau Kids-search (http://www.kids-search.com/). Anda juga bisa menggunakan browser khusus anak seperti Kid Rocket.

Mesin pencari Google juga menawarkan filtering konten yang bisa diklik di Setting / Search Setting / SafeSearch Filters. Jika fitur ini diaktifkan, Google akan memblokir situs yang memuat konten seksual dan kekerasan. Namun sekali lagi, fitur ini tidak 100% akurat mem-filter, hanya membantu meminimalisir.

Aturan umum berinternet di rumah:

1. Letakkan komputer di area keluarga atau di tempat yang mudah diawasi oleh kita selaku orangtua.

2. Batasi waktu anak berinternet dan situs apa saja yang boleh mereka akses. Libatkan mereka pada kegiatan lain seperti olahraga, musik, atau membaca buku agar mereka tak melulu bermain internet.

3. Karena Internet bisa diakses secara mobile, pastikan Anda juga memonitor ponsel, perangkat game dan laptop mereka.

4. Duduklah bersama mereka, jelajahi internet bersama anak dan biarkan mereka menunjukkan apa yang mereka lakukan di internet.

5. Ketahui dengan siapa anak Anda berteman, buatlah aturan saat mereka menggunakan layanan sosial media, chatting, email, online gaming, dan menggunakan webcam. Ajarkan bahwa dunia internet tidak sepenuhnya aman. Karena itu mereka harus melindungi privasi dan tidak mengumbar informasi pribadi. Ajarkan juga kepada mereka agar tidak merespons pesan yang mengganggu, tidak bertemu orang yang baru mereka kenal di internet kecuali ditemani oleh orang dewasa, atau memberikan nomor telepon dan alamat rumah tanpa ijin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here