‘Asumsi Motif’ Jessica Kumala Wongso diduga iri dan dendam

0
39

Jakarta – Pakar hipnotis dan pembaca ekspresi mikro wajah, Kirdi Putra mengatakan asumsi motif Jessica Kumala Wongso diduga iri dan dendam. Bagaimana bisa?

“Kalau misal praduga tak bersalah, ini menganalisa semua kemungkinan, Jessica tak bersalah sampai terbukti dipengadilan, demikian sehingga betapa bodohnya bila di posisi Jessica kalau cerita,” demikian jelas Kirdi, Kamis (10/3/2016).

Kirdi mewawancarai Jessica pada akhir Januari, saat Jessica belum ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Kirdi mewawancari Jessica dengan mata terbuka, dengan hipnotis forensik alias meningkatkan fokus Jessica dalam keadaan terpejam, dan memadukannya dengan membaca ekspresi mikro wajah. Dia memakai istilah “asumsi motif” karena semuanya masih harus dibuktikan di pengadilan.

“Asumsi motif, yang jelas sepertinya masalah LGBT, cinta segitiga bukan merupakan asumsi motif yang cukup kuat. Jessica punya pacar laki, Mirna menikah dan bahagia meski dulu LDR di Australia. Arief sering mengunjungi Mirna ke Sydney. Jadi motif cinta segitiga bisa disingkirkan,” tutur Kirdi.

Mengenai asumsi motif cemburu dan dendam, Kirdi mengatakan kata ‘cemburu’ tak hanya soal pasangan, bisa juga berhubungan dengan pertemanan dan karir.

“Kebahagiaan seseorang bisa menimbulkan kecemburuan, iri hati. Kalau iri ke arah yang baik itu envy, kalau jealous hanya digunakan untuk iri yang konotasinya negatif. Jealousnya di sini suatu bentuk kecemburuan, dalam hal lain, seperti masalah keberhasilan, nilai dan sebagainya,” paparnya.

Sedangkan asumsi motif revenge atau dendam, menurut Kirdi, bisa jadi Mirna tidak pernah merasa bebuat salah pada Jessica, tapi Jessica pernah ‘merasa’ disakiti Mirna.

Jadi iri dan dendam itu adalah asumsi motif Jessica yang diduga meracun Mirna? “Bisa jadi,” jawabnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here