Astaga! Pelajar SD di Tulungagung Hamili Siswi SMP

0
9

Miris, seorang pelajar SD di Tulungagung telah melakukan hubungan intim dengan pelajar SMP yang diaku merupakan pacarnya. Perbuatan itu membuat pelajar SMP tersebut saat ini hamil enam bulan.

Salah seorang kepala desa di Tulungagung AM mengatakan saat ini pihak keluarga dan instansi terkait sedang melakukan upaya penanganan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kejadian tersebut bermula saat pihak SMP memeriksakan pelajar perempuan itu ke puskesmas, dari situ diketahui bahwa dia tengah mengandung enam bulan,” kata AM, Rabu (23/5/2018).

Mengetahui hasil pemeriksaan itu, pihak sekolah langsung menghubungi keluarga korban dan menceritakan kondisinya. Keluarga korban pun terkejut mendengar kabar itu. Setelah ditanya, korban mengaku telah menjalin hubungan dengan seorang pelajar SD.

“Untuk anak laki-laki yang SD itu usianya 13 tahun. Informasi yang kami peroleh dia sempat tidak naik kelas. Kalau hubungan mereka informasinya sudah lama,” ujar AM.

Baca juga: Becah Kelas 1SD Kecanduan Seks, Ajari Juga Dua Adiknya

AM menjelaskan untuk menyelesaikan persoalan itu pihak keluarga akhirnya melibatkan sejumlah pihak terkait termasuk pemerintah desa untuk memfasilitasi. Dari pertemuan antar keluarga, disepakati bahwa keluarga pelajar SD siap untuk bertanggung jawab dan menginginkan untuk diselesaikan secara kekeluargaan.

“Mereka mau menyelesaikan secara kekeluargaan, salah satu solusinya ya dinikahkan itu,” tandas AM.***

Kasus viralnya siswi SMP, Bunga (13) yang hamil enam bulan akibat perbuatan Bendot, murid kelas 5 SD, di Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, mendapat perhatian polisi. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satresrim Polres Tulungagung melakukan klarifikasi dan memintai keterangan dari keluarga pelaku.

“Unit PPA Sat Reskrim Polres Tulungagung bersama LPA dan pekerja sosial dari dinas  sosial telah mendatangi rumah siswa SD yang menghamili siswi SMP  dan kini sedang viral di medsos,” kata Kapolres AKBP Tofik Sukendar melalui Ipda Retno Sugiarsih, kanit UPPA.

Retno menjelaskan, awalnya sekitar Februari 2017, saat Bunga bermain ke Pantai Gemah.  “Di sana dia mengaku telah berkenalan dengan pelaku laki-laki. Kemudian tukar nomor HP dan kemudian menjalin hubungan asmara,” tambah Retno

Selanjutnya, kedua anak itu melakukan persetubuhan pertama November 2017 sekitar pukul 13.00 WIB di rumah kosong milik orang tua Bendot di salah satu desa di Boyolangu. Di depan petugas UPPA, Bendot dengan vulgar menceritakan hubungan tersebut, termasuk posisi Bunga yang berada di bawah. Hubungan suami istri itu dilakukannya kurang lebih 5 menit dan sperma dimasukkan ke dalam kemaluan Bunga.

“Perbuatan tersebut dilakukan berulang-ulang dan terakhir Minggu di bulan Naret 2018 sekitar pukul 13.00 di tempat sama,” kata Retno

Kini, Bunga diketahui hamil 6 bulan dan sudah diperiksakan di Puskesmas Boyolangu pada Jumat (18/05) pukul 10.00. “Selanjutnya dengan kesepakatan kedua belah pihak keluarga, mereka akan dinikahkan dan untuk proses surat-menyurat dalam proses dan diurus oleh desa setempat,” paparnya.

Sebelumnya, informasi kehamilan siswi kelas VIII SMP akibat perbuatan murid kelas 5 SD di Boyolangu menjadi viral. Sebelum ramai dibincangkan, kedua anak tersebut tampak sangat akrab. Beberapa kali warga mengingatkan orang tua Bendot soal hubungan itu, namun rupanya tidak diindahkan.

“Pernah diingatkan tetangganya, tapi malah bilang biarlah dijadikan percobaan burung anak saya yang baru disunat. Ya sudah, tetangga diam saja. Akhirnya terjadi hal ini,” kata Yuji, salah satu warga memberikan informasi. (*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here