APT2PHI : Maraknya Beras Impor Ilegal, Salah Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan

0
29

Beritaplatmerah – Jakarta, Rahman Sabon Nama mengatakan bahwa akibat kesalahan kebijakan Menteri Pertanian Amran Suleaman sehingga marak beras impor ilegal di berbagai daerah lewat jalan darat dan pelabuhan kecil seperti  di Sumatra,Kalimantan dan DKI Jakarta, dengan ditemukannya beras impor ilegal oleh Kapolda Metro Jaya hari ini di Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara (Selasa (8/3-2O16).

Rahman Sabon Nama Ketum APT2PHI mengatakan bahwa dari hasil pengecekan lapangan oleh APT2PHI DKI Jakarta bahwa penyelundupan beras impor yang ditangkap oleh Jajaran Polda Metro Jaya hari Selasa 8/3-2O16 diduga dilakukan oleh salah seorang pedagang yang memiliki kios di Pasar Induk Cipinang (PIC) yang juga berdomisili di Singapura.

Menurut Rahman Terkait dengan dengan hal ini, Terjadi akibat kesalahan kebijakan oleh Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan.
Peraturan Menteri Perdagangan No.6 tahun 2012 sengaja dibuat tidak jelas pos tarif bea masuknya antara beras khusus  yaitu Japonica rice dan Thai Hom Mali rice pos tarifnya sama dengan beras jenis  premium/medium yang memang dilarang.

Saran Rahman Sabon, Kepada Menteri Pertanian Amran Suleman untuk mengurangi maraknya beras impor ilegal agar Kementan dapat memberikan izin impor untuk beras kualitas khusus kebutuhan Hotel,restoran dan supermarket yaitu Japonica rice dan Thai Hom Mali rice jangan tidak diberikan karena menurut peraturan dibolehkan, hal ini menurut Rahman disamping untuk mengurangi  maraknya impor beras ilegal dan juga sebagai pemasukan untuk kas negara melalui bea masuk/import duty Rp.45O/Kg.

Selaku Ketum APT2PHI, Rahman menghimbau pada teman  pedagang di PIC dan semua rekanan penyalur beras Bulog /pedagang khususnya di Pasar Induk Cipinang agar oknum yang sudah diketahui tidak membuat resah pedagang dengan isu-isu menyesatkan terkait harga jual beras premium Bulog, Rahman minta agar dihentikan, karena isu tersebut menghambat usaha pemerintah untuk stabilisasi harga dan juga menghambat peranan dan mitra penyalur beras Bulog untuk stabilisasi harga beras premium di Pasar Induk PIC dan pasar Jabodetabek.

(Editor-Aston)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here