Anggaran Pertemuan IMF Jadi Sorotan, Jurkam Jokowi: Yang Usul Rezim SBY

0
1

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengklaim pengajuan Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan International Monetary Fund (IMF) sudah digagas saat zaman pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Hal itu ia sampaikan untuk merespons pernyataan Rizal Ramli yang menyebut pertemuan IMF tidak perlu menghabiskan dana sekitar Rp800 miliar tatkala Indonesia sedang menghadapi bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

“Acara IMF yang di Bali ini acara yang sebenarnya sudah sangat lama diusulkan pemerintah bahkan ketika masih ibu Sri Mulyani dalam hal ini pemerintahan Pak SBY menjabat,” kata Karding, Minggu (7/10).

Diketahui, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah dan BI menggelontorkan anggaran Rp810 miliar demi penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank.

Karding mengklaim dana sebesar itu tak seluruhnya digunakan secara khusus untuk menjamu para peserta di acara pertemuan IMF-WB.

Ia mengatakan sebagian besar dana tersebut digunakan untuk perbaikan infrastruktur yang diperlukan untuk penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Diketahui, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun underpass di Simpang Bundaran Patung Ngurah Rai guna mengatasi kemacetan yang mungkin terjadi saat penyelenggaraan pertemuan tersebut.

Tak hanya itu, pembenahan infrastruktur yang sama juga dilakukan PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandara Ngurah Rai, Bali.

“Jadi itu data yang kami peroleh terkait penggunaaan dana. Jadi tidak untuk berfoya-foyanya peserta,” kata Karding.

Selain itu, Karding mengklaim pemerintah tetap berkomitmen untuk menangani masa tanggap darurat hingga rehabilitasi bencana gempa dan tsunami yang menimpa Palu dan Donggala hingga tuntas.

Ia mengatakan acara pertemuan IMF-WB tak akan mengganggu fokus pemerintah untuk tetap membantu proses pemulihan gempa dan tsunami di kedua wilayah tersebut.

“Pada faktanya penanganan gempa di Sulteng, saya kebetulan orang Palu lahir di Donggala itu pemerintah menunjukkan komitmen yang luar biasa dan telah bekerja luar biasa dan hasilnya pun mulai progresnya semakin hari semakin baik,” kata Karding.

Disamping itu, Karding pun turut menegaskan pertemuan IMF-WB kali ini merupakan acara penting untuk menunjukan kesan baik Indonesia dimata di dunia internasional.

Ia pun optimis pertumbuhan ekonomi di Pulau Bali dan sekitarnya bakal tumbuh akibat imbas dari pertemuan tersebut.

“Diperkirakan memberikan dampak penghasilan itu sekitar 1,6 triliun misalnya di Bali saja, belum daerah lain, dan yang kedua belum lagi kerja sama kerja yang bisa dibangun antar negara atau dengan bank dunia dan sebagainya,” kata dia.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here