Aneh! Saat Jokowi Diancam Dibunuh Yang Bela Justru Oposisi, Pendukungnya Bungkam

0
5

CEO Ami Group, Azzam M Izzulhaq memberikan tanggapannya soal bocah yang menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui akun Twitter @AzzamIzzulhaq yang ia tuliskan pada Kamis (24/5/2018).

Sebelumnya, beredar video seorang pria yang bertelanjang dada berteriak-teriak sambil memegang foto Presiden Jokowi. Video itu pun langsung menjadi viral di media sosial.

Dalam video itu, terdengar ancaman-ancaman yang dilayangkan remaja tersebut yang diarahkan ke foto Presiden Jokowi.

Bahkan, remaja yang berkacamata itu mengatakan ia akan memasuk dan menembak Presiden Jokowi.

 

“Gue tembak orang ini. Gue pasung, ini kacung gue, kacung gue. Gue lepasin kepalanya,” teriaknya di dalam video.

Tak hanya itu, remaja ini juga berani menyebut Presiden Jokowi gila dan mengancam akan membakar rumah sang Presiden.

Ia juga menantang Presiden Jokowi untuk menemuinya. “Jokowi gila, gua bakar rumahnya. Presiden gua tantang lu. Cari gua 24 jam. Lu nggak temuin gua. Gua yang menang,” ucapnya.

 

Viralnya video tersebut membuat Direktur Reserse Kriminal Khusus (Diskrimsus) Kombes Adi Deriyan menjelaskan bahwa saat itu penyidik dari Polda Metro Jaya langsung menelusuri remaja itu.

Setelah itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono telah mengamankan remaja tersebut.

Menurut pengakuan pelaku, ia hanya bercanda, S mengaku sedang taruhan dengan teman-temannya.

Saat S berkumpul dengan teman-temannya, S ditantang untuk menghina Presiden Jokowi, dan jika berani apakah nantinya akan ditangkap polisi.

Dikatakan taruhan tersebut dilakukan untuk mengetes polisi, sekiranya mampu atau tidak menangkap pelaku. Rupanya, setelah diperiksa polisi sosok S merupakan anak di bawah umur.

Menanggapi hal itu, beberapa politisi angkat bicara. Bahkan menurut pengamatan penulis, di berbagai media sosial banyak sekali nitizen yang marah dan menuntut agar S diproses hukum seperti yang lain dalam kasus yang sama.

Ferdinand Hutahaean misalnya, ia mengaku geram dengan tindakan bocah tersebut.

“Akhirnya bocah itu mengalahkan kekuasaan penegakan hukum.

Mengalahkan martabat kehormatan lembaga negara, bahkan martabat lembaga kepresidenan.

Aku geram..!!,” tulis Ferdinand Hutahaean.

Lantaran beberapa pendapat dari kalangan oposisi itu, Azzam M Izzulhaq menilai adanya keanehan yang terjadi.

“Saat Presiden dihina, diancam, dilecehkan, yg membela justru hanya sebelah pihak yg sering disebut sebagai oposisi saja. Pihak koalisi justru bungkam.

Jadi, yg mereka bela itu siapa sebenarnya?

Aneh tapi nyata,” tulis Azzam M.Izzulhaq.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here