Andi Arief : Tokoh Agama dan Tempat Ibadah Diteror, Presidenya Ngapain Aja?

2
61

Berita Platmerah – Mantan staf kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Andi Arief, prihatin dengan kondisi yang terjadi di masyarakat saat ini. Menurutnya, keberadaan dan kebebasan umat beragama di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terancam, sehingga menimbulkan kecemasan di kalangan tokoh dan penganut agama

Hal tersebut disampaikan @andiarief__melalui cuitan di twitter pada hari Minggu (11/2/2018), menyikapi kejadian pembacokan yang menimpa para jemaat saat menggelar misa ekaristi di Gereja Santa Lidwina Stasi Bedog, Sleman, Yogyakarta, Minggu (11/2) pagi.

Baca: Jemaat di Gereja Santa Lidwina Sleman Diserang Orang Tak Dikenal

Ulama dimata-matai, pengajian dakwah digerudug, ibadah di gereja diserang parang, orang gila membunuh kyai, Presidennya ngapain aja,” ujar Andi melalui cuitannya di twitter.

Andi tidak menjabarkan secara rinci mengenai peranan presiden Jokowi dalam memelihara dan menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia. Namun cuitan tersebut seolah-olah menilai bahwa Indonesia tidak memiliki seorang presiden, sehingga kedaulatan umat dalam beribadah tidak terlindungi.

Seperti diketahui sebelumnya, KH Umar Basri (60), Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dianiaya oleh orang tidak dikenal di dalam masjid.

Belakangan diketahui, pelaku penyerangan (penganiayaan) tersebut setelah ditangkap polisi ternyata memiliki gangguan jiwa.

Baca: Pimpinan Ponpes Al-Hidayah Cicalengka KH. Umar Basri Dianiaya Orang Tak Dikenal

Belum sampai sepekan dari kejadian penganiayaan terhadap KH Umar Basr di Cicalengka, lagi-lagi penyerangan terhadap tokoh agama (ulama) terjadi di kota Bandung yaitu Ustaz Prawoto yang merupakan komandan Brigade Pesis.

Penyerangan yang mengakibatkan meninggalnya ustaz Prawoto itu pun setelah diungkap pelakunya ternyata orang yang memiliki gangguan jiwa. Sehingga pihak kepolisian tidak bisa langsung memproses secara hukum, karena perlu pembuktian lebih panjang dengan menguji kejiwaan pelaku tersebut.

Baca: Ustaz Prawoto, Komandan Brigade Persis Tewas Dianiaya Pakai Linggis

Dua peristiwa yang menimpa ulama di Bandung berimbas pada keresahan bagi umat islam dan ulama, khususnya di Jawa Barat. Akibatnya umat Islam di Jawa Barat menaruh curiga yang besar bagi para penderita gangguan jiwa (orang gila) yang mendekati tempat-tempat ibadah maupun pondok pesantren. Tidak sedikit penderita gangguan jiwa ditangkap dan diintrogasi, bahkan diperkusi karena dicurigai akan mengancam keselamatan umat islam, khususnya tokoh ulama.

Teror tidak hanya menimpa umat Islam di Jawa Barat dan umat kristen di Sleman Yogyakarta, belum lama ini teror juga terjadi terhadap umat Budha di Tangerang Banten.

Peristiwa terjadi pada Rabu (7/2) lalu, berawal dari adanya penolakan warga Desa Babat, Kecamatan Legok. Warga menolak rencana kegiatan kebaktian umat Budha dengan melakukan tebar ikan di lokasi danau bekas galian pasir di Kampung Kebon Baru, Desa Babat.

Masyarakat juga sempat tidak menerima kehadiran Mulyanto Nurhalim selaku biksu di kampung tersebut. Warga resah karena menganggap biksu tersebut akan mengajak orang lain untuk masuk agama Budha. Baca selengkapnya Disini.

 

2 COMMENTS

  1. Kenapa sedikit sedikit selalu menyalahka presiden? hal seperti ini seharusnya menjadi tanggung jawab kita bersama bukan tanggung jawab presiden semata, beratus masalah yang ada di indonesia ini yang sedang di selesaikan oleh Presiden Joko Widodo kita harus sabar bukan malah selalu menyalahkan dan mengkritik presiden. kita harus bisa jadi bangsa yang mandiri bukan malah jadi bangsa pengkritik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here